Batu, SEJAHTERA.CO – Pemkot Batu terus menunjukkan komitmennya dalam menangani permasalahan sampah secara berkelanjutan.
Salah satu langkah strategis yang kini tengah dilakukan Pemkot Batu adalah mengubah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung menjadi Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) terpadu dengan teknologi bio komposter.
Wakil Walikota Batu, Heli Suyanto menjelaskan bahwa transformasi ini dilakukan dengan memanfaatkan teknologi bio komposter sebagai solusi pengolahan sampah organik yang lebih ramah lingkungan.
“Untuk pembangunan infrastruktur bio komposter di TPA Tlekung telah berjalan sejak awal tahun lalu dan kini telah memasuki tahap penyelesaian,” ujarnya, Kamis (15/5/2025).
“Kami membangun empat lajur sistem tersebut, dan dua di antaranya ditargetkan selesai pada Mei ini untuk digunakan sebagai uji coba,” sambungnya.
Heli menyebutkan, empat lajur bio komposter yang dibangun diharapkan dapat menampung sampah dari 21 ruas jalan di Kota Batu, khususnya sampah basah dan organik.
Menurutnya, pengolahan berbasis teknologi bio komposter ini juga dapat menjadi percontohan untuk wilayah lain dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Ia menambahkan, penggunaan bio komposter menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA serta mendukung praktik daur ulang organik di tingkat kota.
Baca Juga :Marak Kasus Narkoba, Wakil Rakyat Dukung Wacana Pendirian BNNK Jombang
Teknologi bio komposter sendiri dirancang untuk mengolah sampah organik menjadi kompos secara efisien. Sehingga nantinya sampah tak hanya dibuang, tetapi juga diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
“Transformasi TPA Tlekung menjadi TPS terpadu dengan teknologi bio komposter adalah bentuk perhatian serius Pemkot Batu dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan,” tandasnya.
Reporter : Arief Juli Prabowo



















