Uniknya Pondok Ramadan Khusus Janda Lansia , Santri Paling Tua Berusia 92 Tahun, Kegiatan Ngaji hingga Senam

Uniknya Pondok Ramadan Khusus Janda Lansia , Santri Paling Tua Berusia 92 Tahun, Kegiatan Ngaji hingga Senam
Para santri ketika menderes Al Quran dengan tertib. (aziz/sejahtera.co)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Di Kabupaten Blitar ada pondok pesantren unik. Unik karena santrinya adalah para janda lanjut usia atau lansia. Pondok ini hanya ada pada Ramadan saja. Meski usia sudah uzur, para janda lansia tetap semangat nderes atau mengaji Al Quran.

Hawa panas menyelimuti di salah satu desa di Kecamatan Talun. Seiring dengan terik matahari yang mulai menyengat kulit, lamat-lamat terdengar suara nenek memecah kesunyian sudut di salah satu masjid. Suara itu dengan hati-hati melafalkan satu demi satu huruf Al Quran.

Sesekali, suaranya terhenti berganti dengan helaan nafas panjang. Ada pula suara yang diselingi dengan suara batuk.

Read More

Baca Juga :Persik Kediri Ingin Berkandang di Stadion Supriadi Kota Blitar

Itulah suasana para janda lansia yang sedang mengkaji Al Quran. Ada yang membaca ada pula yang menyimak. Ada pula yang membaca secara rombongan. Meski kerutan warna coklat dipadu bintik-bintik hitam di wajah, tak menyurutkan pada janda lansia untuk mengaji.

Mereka dengan semangat untuk memanfaatkan hari untuk belajar. Seakan tak rela, Ramadan lewat begitu saja tanpa diselingi dengan kegiatan keagamaan.

“Iya, saya sudah sejak Ramadan nyantri di sini. Mendalami agama untuk sangu akhirat nanti,” kata Istikomah.

Istiqomah merupakan 1 di antara sedikitnya 65 santri yang mendalami agama di pondok janda lansia. Pondok ini berada di Dusun Bendelonje, Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Lokasi mengaji kali ini di kompleks Masjid Besar Mustajabuddaawad.

Baca Juga :Lima Penjual Bahan Baku Petasan Diringkus, Tersangka Simpa Bahan Peledak di Ruang Kelas

Perempuan yang sudah memiliki delapan cucu ini memutuskan untuk mondok karena ingin memperdalam ilmu agama. Setidaknya untuk bekal nanti. Pasalnya, usia yang sudah lanjut, harus banyak mendekatkan dengan Sang Khalik.

“Wis tuwo, akeh-akeh golek sangu,” kata nenek asal Desa Selopuro, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar ini.

Pondok janda lansia unik. Selain santrinya adalah janda lansia, waktu untuk mondok hanya tidak sebulan penuh. Hanya 12 hari atau dua pekan sejak awal Ramadan. Para santri yang datang tak hanya dari Blitar saja, melainkan juga dari luar kota.

Ada dari Kalimantan hingga Surabaya. Para santri didrop atau didatangkan oleh keluarga. Nah, mengaji atau nderes merupakan satu di antara sejumlah kegiatan selama Ramadan. Ada pula tadarusan secara bergantian, senam hingga ngobrol. Untuk tidur, juga disediakan kamar tak jauh dari masjid.

Baca Juga :Polres Batu Gelar Patroli Skala Besar Sasar Perhotelan dan Objek Vital

Para santri sendiri menghuni angkringan atau bangunan mirip gazebo. Di bangunan berlantai kayu itu para santri istirahat dan mengisi kegiatan-kegiatan rutin keagamaa. Untuk senam juga ada instrukturnya. Karena peserta senam adalah lansia, tentu gerakannya tak berat dan sekadar olahraga.

Selain di angkringan, ada pula yang tidur di kamar-kamar yang sudah disediakan pengurus tak jauh dari masjid. “Pondok ini sudah berdiri lama. Dan memang ketika Ramadan selalu banyak didatangi lansia untuk nyantri. Berdiri 2010 lalu, berarti sudah 15 tahun berdiri,” kata Sribanun, pendamping pondok.

Nenek yang dilahirkan 70 tahun silam ini sudah mendampingi para santri sejak awal berdiri. Tugas utamanya yakni mendampingi para santri mengkaji ilmu. Bukan hanya mengaji Al Quran, tetapi juga mengkaji ilmu agama Islam. Dengan harapan agar para santri pikirannya tenang.

Baca Juga :Angka Kesembuhan Sapi dari PMK di Kabupaten Kediri Capai 759 Ekor

Nenek 10 cucu ini pun terus mendampingi para santri cukup lama. Kegiatan-kegiatan para santri di antaranya mengaji, majelis taklim, salat, senam dan lain sebagainya. Sementara untuk kebutuhan makan dan minum, mendapatkan donator dari warga sekitar hingga mendapat bantuan dari pengurus Muslimat NU di Kecamatan Talun.

“Alhamdulillah, para santri juga senang dan nyaman. Biasanya kesepian dan sedih, tetapi kini senang karena berkumpul dengan teman seusianya. Setidaknya senang mendapat bekal ketika meninggal nanti,” jelasnya.

Saat ini, para janda lansia mengikuti program kegiatan dengan seksama. Rentang usia paling muda 55 tahun dan paling tua 92 tahun.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *