Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Belasan rumah di Kabupaten Trenggalek dilaporkan mengalami kerusakan dan sebuah jembatan terputus. Kerusakan itu merupakan dampak bencana yang terjadi pada 19-20 Oktober 2024 merujuk data BPBD Trenggalek.
Baca Juga :Inilah 28 Lokasi untuk Tes SKD CPNS Kabupaten Kediri, Simak
“Peristiwa rumah rusak dan jembatan putus itu terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Trenggalek,” kata Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Admono, Senin (21/10/2024).
Pertama, bencana longsor menerjang sebuah rumah di RT 20/RW 06 Desa Dukuh Kecamatan Watulimo, Sabtu (19/10/2024). Tembok rumah seorang warga jebol pasca-dilanda longsor yang terjadi sekitar pukul 23.30 WIB.
Baca Juga :KPU Ponorogo Fasilitasi APK untuk Para Paslon, ini Jumlah dan Lokasi Pemasangannya
Selain di Desa Dukuh, keesokan harinya, Minggu (20/10/2024) longsor terjadi di RT 17/RW 06 Desa Sawahan. Peristiwa yang terjadi pukul 23.30 WIB itu mengakibatkan dua rumah warga mengalami kerusakan.
“Selain Dukuh, di Watulimo juga terjadi peristiwa serupa di Desa Sawahan. Dua dapur rumah warga jebol terkena longsor. Untuk taksir kerugiannya sekitar Rp 3 juta,” imbuhnya.
Selain dua tempat di Kecamatan Watulimo, dua rumah warga di Kecamatan Pule juga mengalami kerusakan akibat longsor. Rumah itu ada di RT 11/RW 04 Dusun Gading Desa Jombok dan RT 59 Desa Pule.
Triadi menyebut, dampak kerusakan terbanyak terjadi di Desa Bangun Kecamatan Munjungan. Dinding 11 rumah warga mengalami jebol setelah diterjang longsor. Selain rumah, sebuah jembatan di Desa Tawing tepatnya di RT 07/RW 01 Dusun Janti Tawing Krajan terputus.
Baca Juga :Tim Khofifah-Emil Rapatkan Barisan di Jombang, Targetkan Kemenangan di Kandang Lawan
“Jembatan dengan panjang 25 meter, tinggi dan lebar 3 meter itu terputus pasca debit air di Sungai Silokondo meluap,” ujarnya.
Petugas gabungan telah terjun ke lokasi untuk menanggulangi dampak peristiwa itu, termasuk membersihkan material dampak longsor.
Triadi menyebut sejauh ini belum ada laporan adanya korban jiwa dalam peristiwa bencana alam tersebut.
Baca Juga :Tim Khofifah-Emil Rapatkan Barisan di Jombang, Targetkan Kemenangan di Kandang Lawan
Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengimbau warga untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi saat peralihan musim.
Sebab beberapa daerah di Bumi Menak Sopal sebutan lain Kabupaten Trenggalek rentan dilanda bencana hidrometeorologi, seperti tanah longsor. Khususnya untuk daerah-daerah yang ada di dataran tinggi.
“Selalu berhati-hati dan waspada serta memantau informasi cuaca secara berkala,” pungkasnya.
Baca Juga :Pjs Bupati Kediri Minta Warga Waspada Kebencanaan, ini Pesannya
Untuk diketahui, sebelumnya hujan dengan intensitas sedang – tinggi melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Trenggalek, pada Sabtu hingga Minggu. Peristiwa itu mengakibatkan sejumlah bencana alam di beberapa tempat.



















