Usai Gus Samsudin Ditahan, Ini Imbauan FKUB-MUI Kabupaten Blitar

Usai Gus Samsudin Ditahan, Ini Imbauan FKUB-MUI Kabupaten Blitar

Blitar, SEJAHTERA.CO – Viralnya tayangan tukar pasangan jaminan surga dengan inisiator Gus Samsudin menjadi atensi semua pihak. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Kabupaten Blitar meminta umat Islam tak mudah terprovokasi.

“Karena sudah ditangani kepolisian, mari kita serahkan sepenuhnya kepada yang berwenang. Yang penting umat jangan sampai terprovokasi,” kata Agus Muazin, ketua FKUB Kabupaten Blitar, Sabtu (02/3).

Agus Muazin menjelaskan, pihaknya mengapresiasi langkah cepat polisi menangani kasus. Dengan begitu, tidak membuat berlarut-larut.

Read More

Bahkan menilai langkah polisi meminta pemilik akun Gus Den untuk menghapus atau take down tayangan adalah bijak. Termasuk di antaranya meminta untuk klarifikasi. Setidaknya menjadi bukti bahwasanya tayangan itu hanyalah konten semata. “Intinya jangan mudah terpancing,” harapnya.

Pengasuh salah satu pondok pesantren di Kabupaten Blitar ini berharap agar umat selalu menjaga kerukunan. Kasus viralnya tayangan itu juga sudah masuk ranah pidana. Harapannya kerukunan beragama yang terjalin selama ini tetap dijaga. “Kami berharap proses hukum berjalan sesuai dengan semestinya,” katanya.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia atau MUI Kabupaten Blitar juga menyayangkan tayangan nyleneh itu. Meski hanya sekadar konten dan sudah dihapus, tetapi sudah lebih dulu viral. Sehingga membuat heboh.

“Ini sudah kelewatan dan  berkali-kali, tapi soal konten yang keterlaluan baru kali ini. Kami menyayangkan tayangan ini,” kata Humas MUI Kabupaten Blitar Jamil Mashadi.

Sementara itu kabar terbaru soal pengusutan kasus, Polda Jatim telah memeriksa Gus Samsudin. Usai pemeriksaan akhirnya ditetapkan tersangka dan ditahan. Gus Samsudin merupakan pimpinan  Pondok Pesantren Nuswantoro di Desa Rejowinangun, Kabupaten Blitar.

Seperti diketahui Gus Samsudin pernah bersiteru dengan pesulap merah. Meski tayangan video nyleneh itu sudah di-take down, videonya lebih dulu viral. Sehingga membuat warga resah.

Dalam tayangan ada perempuan bercadar hitam duduk bersimpuh di depan para pemimpin. Nah yang membuat geger, para pria berjubah itu menjelaskan dibolehkan bertukar pasangan. Bahkan jika mau, surga jaminannya.

Tak pelak, tayangan itu membuat geger dan viral serta  mendapat komentar dari berbagai kalangan.

Hasil penyelidikan ternyata tayangan adalah konten untuk menaikkan rating di media sosial. Polisi pun mengetahui jika lokasi syuting bukan di Jawa Barat melainkan di Dusun Jatinom, Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Lokasi di rumah ketua RT.

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *