Usia 110 Tahun, Mbah Surip Ikuti Festival Lansia Kabupaten Kediri 2025

Usia 110 Tahun, Mbah Surip Ikuti Festival Lansia Kabupaten Kediri 2025
Mbah Surip warga Desa Sumberdoko Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri peserta tertua pada Festival Lansia Kabupaten Kediri 2025. (bakti/sejahtera.co)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Ada yang menarik di Festival Lansia yang digelar Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kediri 2025. Festival Lansia ini digelar Selasa (24/6/2025) hingga Rabu (25/6/2025) di Pendopo Panjalu Jayati Kabupaten Kediri.

Kehadiran Mbah Surip yang berusia 110 tahun pada Festival Lansia membuat decak kagum tamu dan peserta lain. Ibu dua anak ini tampil di catwalk dengan semangat tinggi dengan dua orang pendamping.

Perlahan ia berjalan dan senyum cerah melambaikan tangan ke peserta dan dewan juri.

Read More

Baca Juga :Guru di Jombang Diajak Rancang Pembelajaran Ramah Inklusi dan Mendalam

Saat ini di rumahnya ia ditemani anak nomor dua dan Ririt menantunya. Mbah Surip ikut Festival Lansia karena memang didaftarkan oleh panitia desa dan kecamatan.Daya ingat, penglihatan, dan pendengaran masih bagus.

Ditanya apa kiat tetap sehat di usia satu abad lebih, ia menjawab setiap hari minum air putih, teh tawar dan sering minum air dari daun sirih yang direbus dan masih hangat.

Bangun pukul 04.00 dan ikuti salat subuh di musala dekat rumahnya yang berjarak 50 meter, adalah aktivitas rutin di pagi hari.

“Saya makan apa saja mau dan masuk tidak ada pantangan. Saya suka rawon dan soto kegemaran saya. Hingga sekarang tetap sehat,” ujarnya, Rabu (25/6/2025).

Baca Juga :Di Kabupaten Kediri, Sekolah Umum Bisa Terima Anak Berkebutuhan Khusus

Sementara Ririt (40) menantu Mbah Surip mengaku kagum dengan mertuanya ini. Di usia yang sudah sepuh, mertuanya tetap sehat. Bahkan nilai uang pun masih bisa menghafal antara pecahan Rp100 ribu, Rp50 ribu, Rp20 ribu, Rp10 ribu, dan Rp5000.

“Mbah Surip juga hafal siapa yang memberinya. Untuk puasa Senin – Kamis masih dijalani, dan puasa ramadan ia lakukan. Kata orang dulu, tirakat paling kuat. Dulu jualan keranjang, tompo dan lainnya, ke pasar jalan kaki tanpa alas kaki,” katanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *