Wakil Bupati Kediri Hadiri Panen Perdana Jagung Syngenta NK Perkasa Sakti

Wakil Bupati Kediri Hadiri Panen Perdana Jagung Syngenta NK Perkasa Sakti
Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa hadir di panen perdana Jagung syngenta Perkasa sakti di Papar Rabu siang. (bakti/sejahtera.co)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa menghadiri grand launching benih sekaligus panen perdana jagung Syngenta NK Perkasa Sakti di lapangan Desa Kedungmalang, Kecamatan Papar, Rabu (2/7/2025).

Dalam kegiatan itu, Mbak Dewi didampingi Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Sukadi, Head Seed AMEA Syngenta Gini De Witte, Direktur Perbenihan Kementerian Pertanian RI Gunawan SP MM, serta Marketing Head PT Syngenta Indonesia Imam Sujono.

Sebelum peluncuran benih, rombongan meninjau pertumbuhan dan kualitas jagung serta hasil panen di lahan percontohan milik PT Syngenta Indonesia.

Read More

Baca Juga :Bupati Jombang Lepas Kontingen Porseni Madrasah 2025, Targetkan Prestasi Tingkat Provinsi

“Kami mengapresiasi kehadiran PT Syngenta di Kabupaten Kediri. Mereka menilai tanah sawah di sini sangat baik untuk budidaya jagung. Luas lahan jagung kita saat ini mencapai 56.000 hektare, dengan hasil panen tahun 2024 sebesar 6,69 ton per hektare. Sementara pada Januari–Mei 2025 hasilnya naik menjadi 6,7 ton per hektare. Target kami di tahun 2026 adalah 7 ton per hektare,” ungkap Dewi Maria Ulfa.

Gunawan SP MM menambahkan, jagung merupakan tanaman pangan strategis yang memerlukan benih berkualitas agar hasilnya optimal. Luas tanam jagung secara nasional mencapai 5,3 juta hektare, namun yang tercatat baru 2,7 juta hektare.

“Produksi jagung nasional mencapai 15,14 juta ton pipilan kering dengan kadar air 14 persen. Pada 2024, penggunaan benih mencapai 191 persen. Saat ini, banyak jagung juga ditanam di lahan baku sawah dan pegunungan,” jelasnya.

Baca Juga :Tunawisma Tulungagung Ditemukan Tewas di Trotoar, Petugas Tak Temukan Identitas Korban

Sementara itu, Imam Sujono menyampaikan bahwa benih Syngenta NK Perkasa Sakti sudah tersebar di seluruh Indonesia dan menjadi pilihan utama petani karena daya tahan terhadap hama.

“Pada bulan Juni lalu, sekitar 45 persen petani jagung di Indonesia menggunakan benih ini. Kami bangga karena produk ini sudah menjadi market leader,” tuturnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *