Walikota Batu Gercep Cek Lokasi Pasca-Kecelakaan Maut, Jalur Klemuk Ditutup

Wali Kota Batu, bersama Wakil Wali Kota Batu didampingi Ketua DPRD dan Kapolres Batu saat di Jalur Klemuk.(arief/sejahtera.co)

Batu, SEJAHTERA.CO – Pemerintah Kota Batu mengambil langkah cepat menyikapi kecelakaan fatal yang terjadi di Jalan Rajekwesi atau jalur tanjakan Klemuk, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, yang mengakibatkan kendaraan rusak parah hingga pengendara meninggal dunia.

Baca Juga :Gasak Uang Kotak Amal Musala, Pria di Tulungagung Diamankan Warga

Walikota Batu, Nurochman bersama Wakil Walikota Batu, Heli Suyanto, Ketua DPRD Kota Batu, Didik Subianto, serta Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata turun langsung ke lokasi kejadian.

Read More

Peninjauan juga didampingi Kepala Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Diskominfo, Camat dan Lurah Songgokerto, serta relawan jalur Klemuk.

Walikota Batu, Nurochman menyampaikan, hasil peninjauan menunjukkan perlunya penanganan serius terhadap kontur dan trase jalan yang dinilai berbahaya.

Untuk itu, Pemkot Batu memutuskan menutup sementara jalur Klemuk dari arah Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Baca Juga :Harga Bahan Pangan Jelang Nataru di Jombang Alami Lonjakan, Terutama Cabai Rawit 

“Untuk sementara, khusus menghadapi libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, jalur Klemuk dari arah Pujon kami tutup total. Tidak ada kendaraan yang diperbolehkan masuk,” ujar Nurochman, saat berada di lokasi Jalur Klemuk, Senin (29/12/2025).

Sebagai alternatif, akses dari bawah wilayah Kelurahan Songgokerto tetap dibuka, namun hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua.

Pemkot Batu juga akan memasang rambu-rambu serta imbauan keselamatan, terutama dari arah Pujon yang dinilai paling rawan.

Selain penutupan jalur, Diskominfo Kota Batu diminta berkoordinasi dengan pihak Google Maps agar jalur Klemuk sementara diblokir sebagai rute alternatif.

Langkah ini untuk mencegah pengguna jalan, khususnya dari luar daerah, diarahkan melewati jalur berbahaya tersebut.

“Kami minta jalur ini tidak lagi muncul sebagai jalur alternatif di Google Maps karena banyak pengguna luar kota yang tidak mengenal kontur jalan,” jelasnya.

Untuk penanganan jangka pendek, Pemkot Batu akan menambahkan pasir dan sekam di beberapa lajur jalan agar permukaan lebih lentur dan mengurangi risiko kecelakaan.

Treatment pengamanan tambahan juga akan dilakukan di lajur tertentu dalam waktu satu hingga dua hari ke depan.

Sementara untuk jangka panjang, Pemkot Batu akan melakukan kajian pembangunan trase baru dengan lengkungan yang lebih aman.

Mengingat kawasan tersebut masih termasuk wilayah kehutanan, koordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur akan dilakukan.

“Kajian trase baru akan kami lakukan segera, dengan target selesai pada 2026 agar solusi permanen bisa direalisasikan,” tambah Nurochman.

Ia mengimbau masyarakat untuk sementara tidak menggunakan Jalan Rajekwesi atau jalur tanjakan Klemuk demi keselamatan bersama.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mohon kebijakan ini dipatuhi,” tegasnya.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *