Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Nurkayan (39), laki-laki, warga Desa Mojoagung, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung ditemukan meninggal dunia dalam dalam kesendirian.
Baca Juga :Polsek Ringinrejo Patroli Dini Hari Cegah Begal, Ini yang Diawasi
Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan, dia diduga meninggal dunia karena penyakit epilepsi dan sakit perut yang dideritanya.
Kapolsek Ngantru, AKP Edi Santoso mengatakan, Nurkayan ditemukan meninggal dunia di rumahnya dan pertama kali ditemukan oleh tetangga, Minggu (13/10/2024).
Kejadian itu bermula saat tetangga Nurkayan yakni Yuda (20) datang ke rumah Nurkayan sekitar pukul 13.00 WIB dengan membawa rumput.
Baca Juga :Polsek Ringinrejo Patroli Dini Hari Cegah Begal, Ini yang Diawasi
Diketahui, tetangga Nurkayan itu berniat membantu Nurkayan untuk memberi makan ternaknya, lantaran Nurkayan pernah mengeluh sakit kepada tetangganya.
Namun, saat itu tetangga memanggil nama Nurkayan tapi tidak mendapat jawaban, sehingga mengira tidak di rumah.
“Nurkyan ini tinggal sebatang kara di rumahnya, sebelumnya Nurkayan sempat mengeluh sakit dan meminta bantuan tetangganya untuk mencarikan pakan ternak,” kata Edi Santoso, Senin (14/10/2024).
Dikarenakan tidak ada jawaban, ungkap Edi, saksi kemudian pulang ke rumah yang kemudian kembali ke rumah Nurkayan sekitar pukul 17.00 WIB.
Baca Juga :Debat Publik Pilwali Kota Kediri Batal Digelar Tiga Kali, Ini Penjelasan KPU Kota Kediri
Saat itu, saksi kembali memanggil Nurkayan, akan tetapi tetap tidak ada jawaban yang membuatnya merasa ada yang aneh.
Tetangga Nurkayan akhirnya berinisiatif untuk mengintip dari jendela rumah untuk melihat apakah ada kehidupan di rumah tersebut.
Saski pun akhirnya mengetahui Nurkayan dalam kondisi tergeletak di dapur rumahnya, dilanjutkan melapor ke Ketua RT setempat.
Baca Juga :Diterpa Angin Kencang, Pohon Beringin Menimpa Sekolah, Siswa dan Siswi SMPN 2 Papar Pulang Awal
“Saat diintip itu, saksi mendapati jika Nurkayan dalam kondisi tergeletak terlentang di dapur rumahnya. Temuan itu akhirnya dilaporkan ke Ketua RT setempat,” ungkapnya.
Beberapa saat kemudian, saksi dan Ketua RT datang ke rumah Nurkayan untuk memastikan keadaan Nurkayan yang tengah tergeletak itu.
Rumah dalam kondisi terkunci kemudian dibnuka paksa dan mendapati Nurkayan tidak bernyawa.
Ketua RT tersebut kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Ngantru dan laporan diteruskan ke Tim Inafis Polres Tulungagung dan petugas medis setempat.
Baca Juga :Dua Laporan Dugaan Pelanggaran Kampanye, Bawaslu Kabupaten Tulungagung: Tak Penuhi Unsur Pelanggaran
Berdasarkan pemeriksaan Tim Inafis, diketahui jika Nurkayan diperkirakan meninggal dunia sekitar dua hari sebelum ditemukan.
“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada jasad Nurkayan. Berdasarkan pemeriksaan saksi, Nurkayan sebelumnya sempat mengeluh sakit perut. Sedangkan dari keluarga Nurkayan menyebut Nurkayan memiliki riwayat penyakit epilepsi. Disimpulkan jika diduga Nurkayan meninggal karena penyakitnya,” pungkasnya.



















