Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Kesedihan nenek Tarijah (71) warga Desa Gador, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek perlahan terhapus. Ini setelah warga bersama pihak terkait lainnya membantu memperbaiki rumah Tarijah yang rusak parah akibat terbakar pada 20 Oktober lalu.
Berkat gotong-royong itu, kini rumah Tarijah layak huni dan bisa ditempati kembali.
“Kami upayakan pembangunan dapat diselesaikan secepatnya sehingga rumah bisa ditempati kembali,” kata Kapolsek Durenan, AKP Andi Salbi dalam kegiatan kerja bakti perbaikan rumah Tarijah bersama pihak terkait lainnya.
Petugas gabungan secara berjibaku bersama warga setempat menyusun kembali kerangka-kerangka rumah yang ambruk akibat terbakar. Selain membantu perbaikan rumah nenek 71 tahun ini, lanjut Andi, pihaknya juga memberikan bantuan sosial kepada Tarijah.
Langkah itu dilakukan untuk membantu perekonomian korban yang baru saja mengalami musibah kebakaran. “Semoga sedikit bisa membantu,” pungkasnya.
Sebelumnya, rumah Tarijah mengalami kebakaran, Jumat (20/10). Kebakaran itu diduga berasal dari kompor tungku yang lupa dimatikan saat ditinggal pergi ke rumah anaknya.
Api dari tungku itu membakar bagian dapur rumah dengan luas 4 kali 6 meter sehingga Tarijah mengalami kerugian Rp 25 juta. Beruntung api dapat segera dipadamkan sehingga tidak semakin merembet.
“Tidak ada korban jiwa, namun taksir kerugian sebesar Rp 25 juta dan aset yang diselamatkan Rp 150 juta,” kata Kepala Seksi Penyelamatan Kebakaran dan Non Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Trenggalek, Burhanuddin.
Reporter: Angga Prasetya
Editor: Dhita Septiadarma



















