Waspada, Ada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan Trenggalek

Waspada, Ada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan Trenggalek
Potret nelayan saat mencari ikan di perairan selatan Trenggalek. (angga/sejahtera.co)

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Gelombang tinggi hingga 4 meter berpotensi terjadi di perairan Trenggalek. Masyarakat yang beraktivitas di kawasan perairan selatan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga :Siap-siap, Dishub Ponorogo Mulai Lakukan Uji Coba Traffic Light Simpang Sultan Agung, Masyarakat Dihimbau Patuh

Dalam rilis BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, potensi gelombang tinggi itu berpotensi terjadi pada 8 – 10 Desember. Ada beberapa daerah yang berpotensi dilanda gelombang tinggi, salah satunya adalah wilayah perairan Trenggalek.

Read More

Selain perairan Trenggalek, potensi gelombang tinggi itu berpeluang terjadi di Perairan Pacitan, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember dan Banyuwangi. Dalam rilis itu tinggi gelombang mencapai 2,5 meter hingga 4 meter.

Baca Juga :Buka Kejuaraan Karate Champhionship 1 Wali st Kota Cup, ini Harapan Ketua KONI Kota Batu

Selain di wilayah selatan Jatim, potensi gelombang tinggi dengan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter juga berpeluang terjadi di Perairan Masalembo, Perairan Bawean Bagian Utara dan Selatan, Perairan Tuban, Perairan Lamongan, Perairan Gresik Bagian Utara, Perairan Utara Bangkalan dan Perairan Utara Sampang.

Selain itu Perairan Utara Pamekasan, Perairan Sumenep Bagian Utara, Perairan Kepulauan Sapudi Bagian Utara, Perairan Kepulauan Kangean Bagian Utara, Perairan Kepulauan Kangean Bagian Timur, Perairan Sumenep Bagian Selatan, Perairan Sapudi Bagian Selatan dan Kepulauan Kangean Selatan.

Baca Juga :Dua Mobil Ringsek Tertimpa Pohon Tumbang di Kota Malang

Dalam rilis itu disebutkan kondisi gelombang tinggi dipengaruhi adanya daerah konvergensi di Laut Jawa yang menyebabkan pertumbuhan awan hujan cukup signifikan utamanya di bagian timur.

Sementara pola angin wilayah Jatim umumnya bergerak dari Barat Daya – Barat Laut dengan kecepatan angin antara 7 – 29 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah Perairan Masalembo, Perairan Bawean dan sebagian Laut Jawa.

Kondisi itu berisiko terhadap keselamatan pelayaran, termasuk aktivitas nelayan. Merespons itu, BPBD Trenggalek mengimbau kepada masyarakat nelayan maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan laut untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga :Amankan Elang Bido Sakit usai Tarung, Hari ini Diserahkan ke BKSDA Kediri

“Serta memantau perkembangan cuaca yang disampaikan petugas secara berkala,” kata Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Admono.

Dengan pemanfaatan teknologi prakiraan cuaca itu, lanjut Triadi, dapat meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan laut akibat cuaca ekstrim.

Baca Juga :Dua Bulan Terakhir BPBD Ponorogo Catat Ada 60 Peristiwa Tanah Longsor, Ini yang Paling Parah

Dengan kata lain, masyarakat nelayan lebih aman saat beraktivitas di laut. “Sehingga potensi kecelakaan laut dapat diminimalisir,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *