Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Pedagang di destinasi wisata Trenggalek dilarang pasang tarif tak wajar saat momentum libur panjang lebaran alias “aji mumpung”. Hal itu dilakukan untuk menjaga citra baik mengingat wisata di Trenggalek jadi ‘jujukan’ para pelancong dalam momentum libur panjang tahunan itu.
“Kami himbau untuk harga yang standar-standar saja. Jadi jangan sampai ada ulah oknum sehingga merusak citra baik wisata secara keseluruhan,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek, Sunyoto, Rabu (3/4).
Meskipun belum ada aduan tentang harga tak wajar di destinasi wisata Trenggalek, namun selaku dinas pengampu selalu melakukan langkah antisipatif. Diantaranya dengan melakukan sosialisasi bersama instansi terkait lainnya.
“Jangan sampai ada nila setitik rusak susu sebelanga,” imbuhnya.
Pihaknya gencar melakukan sosialisasi itu bukan tanpa alasan. Pasalnya pada saat libur lebaran, destinasi wisata favorit Trenggalek seperti misalnya Pantai Karanggongso, Pantai Mutiara hingga Prigi ramai diserbu para wisatawan.
Berkaca pada tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan di Trenggalek hampir menembus 1 juta pengunjung.
“Jumlah itu naik dua kali lipat jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisata tahun 2022. Apalagi saat ini terdapat akses JLS, otomatis memberikan dampak signifikan,” ujarnya.
Berkaca dari itu, selain aspek keselamatan, pihaknya terus melakukan monitoring perihal aspek kenyamanan pengunjung diantaranya soal harga makanan dan minuman, serta oleh-oleh di tempat wisata.
Sunyoto meyakini kelompok pedagang di sektor wisata memahami itu sehingga tidak gelap mata dengan membandrol harga selangit yang justru mematikan usaha mereka sendiri.
“Kalau soal harga memang kesepakatan dari para pedagang. Yang penting masih wajar dan tidak merugikan konsumen. Karena kalau itu sampai terjadi tentunya kita semua yang terdampak. Apalagi sekarang zamannya gampang viral,” pungkasnya.
Reporter : Angga Prasetya
Editor : Gimo Hadiwibowo



















