Blitar, SEJAHTERA.CO – Proyek jembatan Subali di Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar menjadi atensi wakil rakyat. Dewan pun bakal memanggil dinas terkait dan akan turun ke lapangan.
Hal itu diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Sugianto. Dia mengakui proyek jembatan yang menghubungkan Sutojayan dengan Kedungbunder itu belum kelar. Bahkan pihaknya menyebut pesimis selesai sesuai jadwal.
“Sementara informasi yang kami dapat kurang lebih sama. Kalau secara kasat mata pesimis. Kemudian apakah nanti pemberian kesempatan, harapannya bisa menyelesaikan,” katanya, Kamis (21/12).
Politisi asal Gerindra ini menjelaskan, jembatan tersebut sangat dibutuhkan. Secara logika ketika sudah memenangkan lelang atau tender dan benar-benar terpilih, harusnya kontraktor bisa sanggup menyelesaikan.
Tetapi pada praktiknya proyek strategis tidak sesuai keinginan legislator. Dewan bahkan berulangkali menyampaikan ke dinas agar konsisten.
“Nah kalapun nanti deviasi terlalu parah, kami juga minggu depan akan turun ke lokasi,” katanya.
Dia mengakui, banyak merespons soal progres pembangunan. Tetapi ketika dewan mencoba mengkonfirmasi, dinas terkait memiliki keyakinan bisa selesai.
Lebih lanjut, dewan bakal menunggu progres pembangunan yang tinggal beberapa hari lagi. Selain itu, usai dewan memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, bakal ditindaklanjuti dengan turun ke lokasi. “Nanti akan dipanggil dinas PU,” katanya.
Sementara itu, sebelumnya Kepala Bidang atau Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Hamdan Zulfikri Kurniawan, optimistis selesai tepat waktu.
Pembangunan cepat karena saat ini masih dalam tahap pemasangan kerangka jembatan. Apalagi materialnya mayoritas dari baja sehingga tinggal merangkai dan pemasangan.
Seperti diketahui proyek pembangunan jembatan Subali Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAU) menuai polemik.



















