Animo Wisatawan Pantai Selatan Diprediksi Membeludak, Polisi Cek Kesiapan Jalur Lama dan JLS

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Satlantas Polres Trenggalek melakukan pengecekan jalur menuju destinasi wisata di pesisir pantai selatan Trenggalek baik dari arah jalur lama maupun via Jalur Lintas Selatan (JLS).

 

Pengecekan itu untuk memastikan kesiapan dua jalur itu lantaran diprediksi terjadi peningkatan mobilisasi di kawasan pesisir pantai selatan pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Read More

“Maka dari itu kita terus melaksanakan imbauan-imbauan kepada masyarakat yang melintas ke arah pantai, berharap tetap berhati-hati, tetap utamakan keselamatan berlalu lintas,” kata Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Mulyani, Jumat (22/12).

 

Dari hasil pengecekan mulai arah Trenggalek kota menuju wisata pesisir selatan via JLS arah Tulungagung via Kecamatan Campurdarat ke Trenggalek dan jalur lama arah Kecamatan Durenan, Mulyani menyebut saat ini belum ada peningkatan arus.

Kendati begitu, di jalur lama terdapat aktivitas truk molen melakukan pengecoran gorong-gorong sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

 

“Namun pihak kontraktor bisa memastikan sebelum libur panjang Nataru sudah rampung sehingga tidak mengganggu mobilisasi menuju kawasan wisata,” imbuhnya.

Untuk menunjang kelancaran, Mulyani menyebut menerjunkan sebanyak 50 personil yang akan berjaga di beberapa titik, salah satunya adalah di pos tambahan di seputar JLS atau area jalan masuk menuju destinasi wisata pantai di Trenggalek.

 

Sebab, berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, titik itu mengalami kemacetan sehingga dilakukan rekayasa lalu lintas.

“Tahun ini juga sama, karena sudah ada JLS. Jadi yang dari arah Tulungagung jika ingin ke Pantai Pasir Karanggongso atau di Mutiara itu lurus dulu, kemudian putar di bundaran di sentra pemindangan. Karena kalau putar langsung, itu akan menimbulkan kemacetan. Nanti kita pasang pembatas jalan,” ujarnya.

 

Selain itu, Mulyani juga mengimbau kepada para wisatawan untuk selalu berhati-hati dan waspada. Utamanya tidak berhenti di sembarang titik di sepanjang JLS karena berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Sebab swafoto di pinggir JLS menjadi fenomena marak pasca JLS itu dapat diakses untuk umum. Termasuk kewaspadaan potensi longsor mengingat libur Nataru juga berbarengan dengan pergantian musim.

 

“Selalu waspada dan patuhi imbauan petugas,” pungkasnya.

Reporter: Angga Prasetya

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *