Sementara itu, Sendy, penjual telur di Pasar Pon mengakui harga telur naik. Salah satu penyebabnya karena memang momen jelang agenda tahunan atau Ramadan.
Buntut dari naiknya harga, konsumen ada yang banting beli jenis telur jenis bentis atau sudah pecah. Itu lebih murah dibanding dengan harga telur tak pecah.
Telur bentis dibanderol Rp 18 ribu hingga Rp 23 ribu per kilogram. “Ada yang beralih ke bentis. Karena memang lebih murah,” katanya.
Dia mengakui buntut kenaikan harga, omzet jumlah penjualan juga ikut berpengaruh. Jika sebelum naik mampu menjual 40 kilogram, kini hanya 30 kilogram saja.
Selain jelang Ramadan, faktor harga pakan juga ikut mempengaruhi. Di tingkat peternak, harga pakan saat ini naik. Apalagi jagung yang terus naik. “Katanya begitu. Harga pakan naik,” pungkasnya. (ziz)



















