Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Pemerintah telah menetapkan Idul Adha tahun ini jatuh pada Senin tanggal 17 Juni 2024.
Keputusan pemerintah ini diumumkan oleh Wakil Menteri Agama, Saiful Rahmat Dasuki, setelah Sidang Isbat penentuan 1 Dzulhijjah 1445 H di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat, 7 Juni.
Berbeda dengan pemerintah, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) akan melaksanakan Idul Adha pada Minggu 16 Juni 2024.
Keputusan tersebut tertuang dalam maklumat yang dikeluarkan oleh pondok terbesar di Indonesia tersebut, dengan No: 2/PMDG-k/XII/1445
Menurut Humas Pondok Modern Darussalam Gontor, Riza Ashari, penetapan Idul Adha tahun ini sesuai dengan ijtihad dan keputusan Pimpinan PMDG (Pondok Modern Darussalam Gontor).
“Ijtihad dan keputusan Pimpinan PMDG mengikuti penetapan waktu pelaksanaan ibadah haji di Mekkah,” ungkap Riza Ashari.
Riza mengaku bagi Gontor, Hari Raya Kurban merupakan momentum untuk melatih berkurban, baik secara materi maupun sprituil.
Karena sejatinya yang diuji oleh Allah dalam ibadah kurban adalah kebersihan hati, ketaqwaan dan kepatuhan seorang Muslim pada Allah.
“Di Gontor, momen Hari Raya Kurban benar-benar kita manfaatkan untuk mendidik untuk siap berkorban di kalangan santri. Bukan hanya mengorbankan harta, namun juga mengorbankan waktu, tenaga, pikiran untuk kemajuan umat Islam dan bangsa Indonesia. Hal ini sesuai dengan ajaran nilai Gontor, berkurban tapi jangan jadi korban berjuanglah dengan bondo, bahu, dan pikir,” tegasnya.
Selain itu, PMDG juga melatih santri untuk mengorbankan ego, kepentingan, dan fanatisme kesukuan, golongan, atau apapun yang dapat memecah belah persatuan umat Islam dan bangsa Indonesia.
Seperti halnya tahun sebelumnya, dalam rentetan Idul Adha di Gontor, PMDG setiap tahunnya mengelola dan menyalurkan hingga ratusan hewan kurban.
Dalam pelaksanaannya, panitia kurban di Gontor terdiri dari santri dan Guru Gontor yang telah dilatih untuk mengelola hewan dan daging kurban secara efektif dan efisien.
Berikut Pengumuman Maklumat Gontor



















