Debat Publik Cawali dan Cawawali Madiun, Pasangan Dadi Juara Fokuskan Visi pada Kesejahteraan Masyarakat

Debat Publik Cawali dan Cawawali Madiun, Pasangan Dadi Juara Fokuskan Visi pada Kesejahteraan Masyarakat
Paslon Inda-Aldi saat konferensi pers setelah debat publik. (rio/sejahtera.co)

Baca Juga :Pengemis Lansia Ditemukan Meninggal di Bedak Pasar Legi Jombang

“Kami sudah memulai dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat serta bantuan modal tanpa jaminan. Hal ini menunjukkan kami berkomitmen dan tidak hanya sekedar janji,” tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, program-program unggulan seperti permodalan usaha tanpa jaminan, pendidikan beasiswa gratis ke luar negeri, dan pelatihan keterampilan bagi pengusaha menjadi fokus utama yang diusung oleh pasangan ini.

Read More

“Kami juga mengusulkan pengembangan program APBD yang lebih pro-rakyat, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” tandasnya.

Baca Juga :Silaturahmi Warga, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri Gelar Paspor Simpatik dan Nobar Timnas Indonesia

Sementara itu, Aldi Dwi Prastianto, calon Wakil Walikota Madiun dari pasangan Dadi, memberikan pandangan menarik terkait isu putra daerah yang sering dibicarakan dalam konteks politik lokal.

“Bagi saya, status putra daerah atau bukan itu tidak begitu penting. Yang lebih utama adalah bagaimana anak muda memiliki keberanian untuk tampil dan berhijrah dalam politik,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa yang terpenting adalah kontribusi nyata anak muda terhadap kemajuan kota.

Baca Juga :Manfaatkan Kampanye, Mas Ibin Gelar Nobar Timnas, Bakal Gulirkan Program Pembinaan Sepakbola

“Kita harus fokus pada apa yang bisa kita lakukan untuk membangun Kota Madiun, bukan pada asal-usul kita. Saya akan membawa pengalaman dan modernisasi yang saya pelajari dari Jakarta untuk diterapkan di sini,” imbuhnya.

Ia juga memberikan pandangannya tentang perubahan estetika kota, dengan menyindir bahwa lebih baik fokus pada keberadaan kreativitas lokal daripada hanya mengadopsi elemen modern dari luar negeri tanpa identitas budaya.

Baca Juga :Menginap di Homestay Mojokerto, Pria Asal Lamongan Ditemukan tak Bernyawa

“Patung-patung yang modern dan kopi paste luar negeri bisa diterima, tapi kenapa ketika ada anak muda yang ingin berkontribusi lebih terhadap kota malah dipertanyakan Hal ini justru harus menjadi dorongan bagi kita untuk memadukan unsur modern dengan kreativitas lokal,” jelasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *