Sementara itu, Pj. Gubernur Lampung Samsudin mengatakan, jika ramah-tamah dengan pimpinan PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur ini merupakan salah satu upaya lanjutan setelah melakukan MoU beberapa bulan lalu di Mahan Agung, Bandarlampung.
PJ Gubernur Lampung , Samsudin mengatakan, BPD memegang peranan yang penting dalam mengakselerasi pengembangan dan pembangunan perekonomian daerah.
Menurutnya, peran BPD tidak hanya sebagai intermediasi, tetapi juga berperan dalam mendorong kesuksesan berbagai kebijakan dan program pemerintah baik di tingkat wilayah maupun nasional.
Ia menegaskan bahwa hal ini menjadi perhatian dan kepedulian pihak otoritas dengan dukungan kuat melalui kebijakan yang mendukung BPD.
“Salah satunya dengan menerbitkan Roadmap BPD 2024-2027 pada tanggal 15 Oktober 2024 yang lalu,” ujarnya.
Samsudin menggarisbawahi bahwa Bank Lampung untuk penguatan struktur permodalan saat ini masih perlu mengupayakan pemenuhan modal inti minimum sebesar Rp3 triliun.
Baca Juga :Polisi Ringkus Pelaku Perampokan Minimarket di Jombang, Satu Pelaku Dilumpuhkan dengan Timah Panas
Dia menyampaikan, skema KUB merupakan alternatif pilihan tepat bagi Bank Lampung, terlebih saat ini Pemegang Saham telah sependapat menunjuk BPD Jatim sebagai Bank Induk yang nantinya akan mendampingi Bank Lampung sampai benar-benar mandiri dan kuat.
“Baik dari sisi permodalan, bisnis, operasional serta tata kelolanya,” tambahnya.
Ia berharap dengan adanya kerja sama ini, dapat mengoptimalkan lagi daya saing dan kinerja Bank Lampung, baik dalam peningkatan kinerja bisnis lewat pengembangan produk dan layanan, peningkatan kompetensi SDM, tumbuh sehat dan semakin kuat menghadapi persaingan dalam era digitalisasi yang semakin pesat.



















