I Nyoman mengatakan kecelakaan terjadi lebih banyak disebabkan faktor human eror. Abai keselamatan diri saat melintas di perlintasan kereta api dan tidak mengetahui ada kereta api lewat.
“Kita edukasi warga agar benar benar memahami tanda atau rambu yang ada di sekitar perlintasan. Harus konsentrasi penuh saat melintas dan pikiran jangan kosong,” jelasnya.
Baca Juga :BPBD Catat Terjadi 74 Kasus Kebakaran di Tiga Bulan Terakhir, Pemkab Jombang Lakukan Ini
I Nyoman menambahkan, idealnya perlintasan kereta api selalu ada palang pintu dan berharap kepada pemerintah untuk bisa memasang palang pintu pada setiap perlintasan kereta api, dengan maksud memberikan keamanan dan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kereta.
“Kita juga pasang papan imbauan agar warga ekstra hati-hati saat melintas di perlintasan tanpa palang pintu. Ini untuk kurangi resiko terjadinya kecelakaan. Terlebih ini jelang nataru volume kereta api melintas di wilayah Kecamatan Kras semakin tinggi,” imbuhnya.



















