Baca Juga :Pemeriksaan Lanjutan Dugaan Kasus Penipuan, Oknum Aktivis Segera Ditetapkan Tersangka
“Meski terlambat, untungnya tahun 2023 kemarin itu ada dana dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang bisa digunakan untuk vaksin, pengobatan, bahkan hingga ganti rugi,” ungkapnya.
Erma juga mendorong masing-masing daerah terutama Kabupaten Tulungagung untuk menyuntikkan vaksin minimal dua kali bagi hewan ternak sapi terutama sapi perah. Mengingat harga indukan sapi perah yang mahal, sehingga wilayah penghasil susu harus benar-benar menjaganya.
Menurur Erma, untuk suplai vaksin sendiri, pihaknya juga sudah meminta Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur untuk segera pengadaan vaksin PMK karena kebutuhan di Jawa Timur sangat banyak. Terutama di Kabupaten Tulungagung yang memang termasuk wilayah dengan kasus PMK yang parah.
Baca Juga :Jalan Ambles di Desa Samar Tulungagung Tak Dapat BTT, Begini Langkah Dinas PUPR
“Penghitungan kami, kebutuhan vaksin di Jawa Timur untuk mencukupi seluruh total populasi sapi sebanyak 7 juta dosis vaksin, sehingga untuk disuntikkan minimal dua kali, berarti butuh dua kali lipatnya,” pungkasnya.



















