“Bagi kami yang terpenting anak-anak ini tidak putus sekolah. Mau sekolah di negeri, swasta, atau pondok, itu hak dan pilihan masing-masing,” tambahnya.
Namun, di sisi lain, Disdik juga mencatat masih ada dua pelajar yang belum mendapat sekolah. Hal itu terjadi karena orang tua mereka lupa jadwal pelaksanaan SPMB, sehingga anak tidak sempat mendaftar di manapun.
Baca Juga :Mandi di Sungai, Bocah 6 Tahun di Pagelaran Malang Tewas Tenggelam
Sebagai solusi, Dinas Pendidikan menawarkan alternatif sekolah terdekat yang kuotanya belum penuh agar para siswa tersebut tetap bisa masuk tahun ajaran ini.
“Langkah pertama kami lihat domisili siswa, lalu kami cocokkan dengan sekolah terdekat yang masih memiliki pagu. Setelah itu, kami arahkan mereka untuk segera mendaftar,” pungkas Endra.



















