Kepala Dusun Pucanganom, Moh Imam Mawahib, mengungkapkan bahwa mayoritas pemuda di desanya menggantungkan penghasilan dari budidaya melon. Namun, musim tanam tahun ini benar-benar membuat mereka waswas.
Baca Juga :Kantor Damkar Kota Blitar Geger, Malam Hari Ada Ledakan di Halaman
“Ada sekitar 100 hektare yang ditanami melon. Tapi karena hujan terus, sekitar 80 petani mengalami gagal panen,” ungkap Imam.
Ia menambahkan, biaya tanam melon bisa mencapai Rp 70 juta hingga Rp 100 juta per hektare. Jika panen gagal, kerugian pun tidak main-main.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, minimal bantuan untuk pupuk dan pestisida. Karena kalau terus dibiarkan, banyak petani bisa gulung tikar,” ujarnya.
Musim tanam melon yang seharusnya menjadi tumpuan harapan, kini justru membuat para petani di Pucangsimo dihantui ketidakpastian.
Baca Juga :Mantan Kepala Dinas Perkim Lamongan Absen Panggilan KPK Terkait Dugaan Korupsi Gedung Pemkab
Harapan mereka kini hanya tertumpu pada cuaca yang segera membaik dan uluran tangan dari pihak terkait.



















