Kediri, SEJAHTERA.CO – Dijadwalkan pada tahun ajaran 2026–2027, Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Kediri akan mulai menerima siswa tingkat SD dan SMP. Nantinya, seluruh siswa SRSD, SRMP, dan SRMA akan menempati satu kompleks Sekolah Rakyat di Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, dengan lahan seluas 7,5 hektare.
Pembangunan sekolah tersebut dimulai tahun ini oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, dengan anggaran dari pemerintah pusat.
Hal itu disampaikan Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf, usai melakukan kunjungan ke SRMA di BPKASN Kabupaten Kediri, Jumat (10/10/2025) siang.
Gus Ipul menjelaskan, siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga kurang mampu, tapi mendapat kesempatan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menempuh pendidikan yang lebih maju dan setara.
“Anak dari keluarga kurang mampu harus bisa sekolah dan tidak ada yang tertinggal. Semua berhak mendapatkan pemerataan pendidikan. Karenanya, tahun depan dibuka untuk siswa SRSD dan SRMP agar mereka belajar di lingkungan dengan sarana dan prasarana lengkap,” ujarnya.
Gus Ipul berharap, keberadaan Sekolah Rakyat dapat membantu meringankan beban orang tua, karena seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah alias gratis.
“Siswa SRSD dan SRMP sudah bisa sekolah di SR. Untuk jumlah kuota masih dalam kajian mendalam, yang utama anak-anak jangan sampai tidak sekolah,” tegasnya.



















