Kediri, SEJAHTERA.CO – Melambungnya beberapa harga pangan di akhir tahun 2023 ini mengharuskan Pemerintah Kota Kediri bergerak cepat. Karena itu Penjabat (Pj) Wali Kota Kediri, Zanariah meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melaporkan kenaikan harga pangan secara mingguan untuk menentukan kebijakan yang diambil pemerintah daerah.
Hal tersebut disampaikan saat High Level Meeting (HLM) di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri, Rabu (7/12) kemarin.
Disana Zanariah menjelaskan, beberapa waktu lalu Mendagri telah memberikan arahan kepada pemerintah daerah untuk melaksanakan program dan kebijakan dalam pengendalian inflasi.
Antara lain, melakukan gerak tanam, pendistribusian bantuan pada keluarga penerima manfaat agar tepat sasaran, kampanyekan tidak boros pangan melakukan rekonsiliasi data, melakukan gerakan stabilitas pasokan dan harga pangan, serta langkah-langkah menghadapi El Nino.
Beberapa arahan tersebut sudah dijalankan di Kota Kediri. Seperti, pemantauan harga yang diunggah di laman SISKAPERBAPO dan SIASAT, melakukan rapat teknis TPID secara berkala, menjaga pasokan barang melalui bazar pangan murah dan operasi pasar beras, melakukan sidak pasar, serta bantuan transportasi dari APBD.
Lalu yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah menjalin komunikasi lebih intens dan meningkatkan kerjasama antar daerah penghasil komoditas, serta pencanangan gerakan menanam baik di pekarangan rumah bahkan kantor. Dengan cara urban farming utamanya pada komoditas cabai.
“Nanti bisa dibuat campaign, sosialisasi melalui sosial media, hingga edukasi, pendampingan dan pembinaan pada masyarakat. Harapannya dengan gerakan ini masyarakat tidak perlu khawatir dan terpengaruh dengan kenaikan harga komoditas tertentu. Saya juga minta ada laporan mingguan supaya kita bisa cepat mengambil kebijakan intervensi pasar jika ditemukan kondisi tertentu,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kediri, Choirur Rofiq mengungkapkan, memiliki beberapa program yang bisa disinergikan dan dikolaborasikan dalam upaya mengendalikan inflasi. Seperti Gerakan GenBI Bercocok Tanam (GEBETAN).
Program tersebut melibatkan GenBI dan kelompok tani wanita untuk memanfaatkan lahan kosong untuk menanam komoditas strategis penyumbang inflasi. Di Kediri sudah diberikan kepada 50 mahasiswa yang terbagi dalam 5 kelompok.
Ada 5 Kelurahan di Kota Kediri yang sudah memulai yakni Burengan, Bandar Kidul, Jamsaren, Bawang dan Rejomulyo. Komoditinya ada cabai, tomat, terong, dan kangkung. Cabai yang ditanam sekitar 1.900 pohon. “Alhamdulillah dari beberapa komoditi yang mereka tanam sudah mulai berhasil. Ini upaya kita bagaimana masyarakat berperan untuk bisa berpartisipasi menekan inflasi khususnya cabai. Memang ini baru pertama tapi ini kita sinergikan bersama,” ungkapnya.
Editor: Dhita Septiadarma


















