Kasus Pneumonia di Jombang Masih Tinggi, RSUD Catat Ratusan Kematian

Kasus Pneumonia di Jombang Masih Tinggi, RSUD Catat Ratusan Kematian
Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran saat memberikan keterangan terkait tingginya kasus pneumonia di Jombang. (ist)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Kasus pneumonia di Kabupaten Jombang masih menunjukkan tren tinggi dan menjadi perhatian serius tenaga kesehatan.

Data RSUD Jombang mencatat, angka kasus dan kematian akibat infeksi paru-paru ini masih cukup signifikan hingga awal 2026.

Sepanjang tahun 2025, sebanyak 1.279 pasien menjalani perawatan akibat pneumonia. Dari jumlah tersebut, 138 pasien dilaporkan meninggal dunia.

Read More

Sementara itu, memasuki tahun 2026, tren kasus masih berlanjut. Sejak Januari hingga pertengahan Maret, tercatat 176 pasien dirawat, dengan 38 di antaranya meninggal dunia.

Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, menegaskan bahwa kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama.

Baca Juga Reyog Balon Carnival 2026 Meriah, Puluhan Balon Hiasi Langit Ponorogo

“Kasusnya masih cukup tinggi. Bahkan sejak awal tahun ini sudah ada puluhan pasien yang meninggal,” ucapnya, Sabtu (28/3/2026).

Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya kasus pneumonia di masyarakat.

“Cuaca yang tidak stabil bisa menurunkan imunitas tubuh, sehingga masyarakat lebih rentan terserang infeksi,” ujarnya.

Saat ini, RSUD Jombang masih merawat sejumlah pasien pneumonia. Kelompok usia balita disebut paling rentan mengalami komplikasi berat karena kondisi saluran pernapasan yang lebih kecil.

“Pada anak-anak, pembengkakan kecil saja bisa berdampak besar pada pernapasan, sehingga tingkat kegawatannya lebih tinggi,” ujarnya.

Sebagai langkah penanganan, rumah sakit telah menyiapkan fasilitas khusus, termasuk ruang ICU untuk pasien anak dengan peralatan memadai.

Baca Juga Hasil Muscab DPC PKB Ponorogo, Tujuh Kandidat Siap Berebut Kursi Ketua

“Tersedia enam unit ventilator khusus anak yang digunakan untuk membantu pernapasan pada kasus berat,” pungkasnya.

Pneumonia merupakan infeksi paru-paru yang bisa disebabkan oleh virus, bakteri, maupun jamur. Kondisi ini dapat memburuk apabila tidak ditangani sejak dini.

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap gejala seperti batuk berdahak, demam tinggi, sesak napas, serta nyeri dada, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami keluhan tersebut.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *