Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Seorang lelaki inisial MR (44) warga Desa Panggung Duwet, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar sempat diamankan petugas Polsek Pucanglaban.
Baca Juga :KPU Kabupaten Blitar Bakal Gelar Tiga Kali Debat Cabup
Pasalnya, pria tersebut kedapatan mencuri celana dalam (CD) milik warga di Pucanglaban saat sedang ada pengajian.
Kasi Humas Polres Tulungagung, IPDA Nanang Murdiyanto mengatakan, kasus itu terjadi pada Sabtu (12/10/2024) sekitar pukul 22.30 WIB di Desa Panggunguni, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung.
Baca Juga :Operasi Zebra, Polres Blitar Terjunkan 64 Personel
Pada saat itu, di desa tersebut sedang ada kegiatan pengajian yang dihadiri oleh salah satu tokoh agama ternama.
Saat itu pelaku hadir pada pengajian dan beberapa saat kemudian, pelaku ingin buang air kecil dan langsing pamit untuk meminjam kamar mandi milik warga setempat.
Setelah diperbolehkan oleh warga, pelaku kemudian memakai kamar mandi tersebut dengan memendam niat terselubung.
Ternyata usai menggunakan kamar mandi warga, pelaku kemudian mengambil CD milik istri pemilik rumah.
Namun sayangnya, aksi pelaku ketahuan pemilik rumah dan kemudikan mengamankan pemuda itu. Pemilik rumah lantas melaporkan pencurian CD milik ke Polsek Pucanglaban.
“Setelah kami menerima laporan, petugas piket Polsek Pucanglaban kemudian menjemput pelaku di rumah korban dan diamankan ke kantor Polsek Pucanglaban untuk dimintai keterangan,” ungkapnya.
Baca Juga :Ratusan Senpi Anggota Polres Batu Diserahkan Propam untuk Diperiksa
Petugas Polsek Pucanglaban kemudian memanggil keluarga pelaku dan keluarga korban untuk datang ke kantor polisi untuk mediasi untuk memutuskan langkah.
Menurut Nanang, pihak keluarga korban bersedia memaafkan pencurian itu dan pihak keluarga pelaku juga sepakat untuk berdamai agar tidak dilanjutkan ke ranah hukum.
Di hadapan petugas, pihak keluarga pelaku berjanji agar pelaku tidak lagi mengulangi perbuatannya di kemudian hari.
Baca Juga :Pemantau Pilkada Jombang Sebut Banyak Laporan Pendamping Desa Tak Netral
“Akhirnya suami korban dan ayah dari pelaku sepakat untuk damai dan tidak melanjutkannya ke proses penuntutan. Dimana pihak pelaku juga berjanji tidak mengulangi perbuatannya,” pungkasnya.



















