Kediri, SEJAHTERA.CO – Total Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kediri dari awal tahun 2024 hingga berita ini ditulis terdapat sebanyak 495 orang terjangkit dan mengakibatkan 5 kematian.
Ini meningkat dibanding dengan kasus DBD di tahun 2023 dengan 365 kasus dan 3 kematian.
Hal inilah yang menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri agar warga tetap waspada.
Kepala Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Kediri. dr Ahmad Khatib melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Kediri, dr Bambang Triyono Putro menyebut, warga perlu meningkatkan kesadaran tinggi penyebaran DBD.
Baca Juga :Asyik ! Desa Peduli Lingkungan di Trenggalek Dapat Cuan Tambahan
“Kasus DBD Januari 2024 ada 42 kasus dengan 1 kematian, Februari ada 64 kasus dengan satu kematian, Maret ada 60 kasus dengan satu kematian, April ada 58 kasus dengan satu kematian, Mei ada 52 kasus, Juni ada 47 kasus dengan satu kematian, Julia da 45 kasus DBD, Agustus 31 kasus DBD,”jelasnya.
Ditambahkan Bambang, kasus DBD di bulan September ada 23 kasus, Oktober 27 kasus, November ada 29 kasus dan Desember ada 27 kasus.
Adapun kelompok umur yang terpapar DBD adalah Usia 1 tahun ada 38 kasus, usia 1-4 tahun ada 58 kasus, usia 5 hingga 14 ada 327 kasus,usia 15 – 44 ada 63 kasus dan usia 45 tahun ke atas ada 3 tahun.
Baca Juga :Wow ! Pemkab Trenggalek Borong 4 Penghargaan di Ajang INOTEK Award 2024
“Adanya kasus DBD meningkat di tahun 2024 dibanding tahun 2023 lalu tentu harus diwaspadai dan disikapi warga dengan serius. Hendaknya dicegah dengan Pola Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS), lebih sering bersih bersih lingkungan rumah untuk cegah sarang nyamuk,” jelasnya.
Ditambahkan Bambang, jangan biarkan sarang nyamuk berkembang dan musim hujan lembab jadi sarang nyamuk mudah berkembang. Harus dicegah dengan tiga di antaranya menutup,mengubur dan menguras barang yang berpotensi menimbulkan jentik nyamuk.
Baca Juga :Sah, Usulan UMK Kota Blitar Rp 2.481.450, Naik Rp 151.450
“Usia produktif paling banyak terpapar DBD karena mereka abai jaga kebersihan dan kesehatan diri dan lingkungan rumah. Karena perlu jaga diri agar tidak terpapar DBD,” jelasnya.



















