Blitar, SEJAHTRERA.CO – Kreatifitas ditunjukkan Andris Prasetyo. Warga Desa Sanankulon, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar ini membuat aksesori pohon Natal berbahan dasar kardus.
Baca Juga :Asyik ! Desa Peduli Lingkungan di Trenggalek Dapat Cuan Tambahan
Selain memanfaatkan bahan tak terpakai, juga lebih efisien.
Natal menjadi momen yang ditunggu bagi umat Kristen dan Katolik. Pasalnya digelar setahun sekali. Nah, karena itulah jelang perayaan dan peringatan, umat antusias menghias rumah dengan aksesori Natal.
Tak hanya rumah, kafe hingga hotel tak ketinggalan memanfaatkan momen itu. Tetapi kadang aksesori pohon Natal harganya ada mahal.
Baca Juga :Asyik ! Desa Peduli Lingkungan di Trenggalek Dapat Cuan Tambahan
Atas dasar itulah Andris Prasetyo, pemuda kreatif andalan Kabupaten Blitar ini tahun ini mencoba membuat pohon Natal berbahan dasar kertas kardus yang tak terpakai.
“Intinya memanfaatkan barang tak terpakai. Sekaligus memberikan ruang bagi umat yang merayakan ingin pohon Natal dengan harga terjangkau,” kata pria kelahiran 36 tahun silam ini.
Pria berkacamata ini menambahkan, awal mula ide muncul memanfaatkan kardus bekas karena di bengkel kerjannya banyak yang tak digunakan. Kardus-kardus itu sebelumnya wadah untuk barang-barang yang dibeli dari toko.
Baca Juga :Pantau Harga Komoditas, TPID Kabupaten Ponorogo Gelar Sidak, Klaim Kenaikan Harga Masih Wajar
“Karena banyak lembaran akhirnya muncul ide memanfaatkan. Selain itu ada pula kertas karton yang tak terpakai saya gunakan bahan dasar,” katanya.
Andris menambahkan, untuk membuat pohon natal mudah. Usai kardus dan karton dibentuk mengerucut, tinggal memasang aksesori lain. Seperti daun bunga bentuk pinus. Selain itu dipasangi lampu, tulisan “Merry Christmas” hingga ornamen lonceng, lampu, pita dan lain sebagainya.
Baca Juga :Puluhan Warga di Nganjuk jadi Korban Arisan Bodong, Kerugian Hampir Rp 600 Juta, ini Modusnya
“Saya dibantu karyawan untuk pembuatannya. Mudah kok. Kalau bahan sudah ready, 30 menit sudah jadi untuk ukuran kecil. Kalau ukuran besar bisa sampai sejam,” katanya.
Pria yang juga pemandu acara ini menambahkan, sebenarnya baru kali ini mencoba membuat pohon Natal berbahan kardus. Tahun-tahun sebelumnya ketika jelang Natal hanya membuat bingkisan atau hampers. Tak disangka ternyata respons pasar besar. Tak hanya rumahan, pesanan datang dari hotel, restoran hingga kafe. “Ada pesanan 200,” katanya
Baca Juga :Santri Ponpes Dianiaya Teman Sekamar, Ini Penjelasan Kasat Reskrim Polres Nganjuk
Soal harga menurut Andris tergantung ukuran, tapi dia menyebut harnya termasuk murah meriah. Dirinya menjual pohon Natal mulai harga Rp 80 ribu sampai Rp 300 ribu. Ada pula yang harganya Rp 350 ribu lengkap dengan tiga jenis pohon. Ukuran kecil, tanggung dan besar.
“Mungkin karena murah. Tetapi bagi saya juga senang bisa membuat pelanggan puas tanpa mengurangi makna. Puas meski murah. Karena kalau pohon Natal ada yang harganya jutaan,” pungkas pria yang kerap menyabet sejumlah penghargaan di bidang usaha kreatif ini.(*)



















