Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Potret keindahan memancar di Kali Sumbergedong Trenggalek. Kali yang dulunya kumuh, kini berubah wajah jadi bersih. Kali itu, kini menjadi tempat budidaya ikan nila merah hingga tempat wisata.
Baca Jugua :Pelaku Tabrak Lari Pejalan Kaki Menyerahkan Diri, Korban Sempat Terseret Beberapa Meter
Kali yang membelah pemukiman warga Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek itu bisa dibilang berubah wajah secara drastis. Dulu kali itu bisa dibilang kumuh, karena tak sedikit dijumpai beberapa sampah ikut mengalir.
Kondisi itu bisa dibilang berlangsung cukup lama. Bukan berarti sampah itu berasal dari daerah sekitar, bisa juga sampah itu berasal dari aliran hulu yang terbawa air hingga melintas di Kali Sumbergedong.
Baca Jugua :Dihantam Material Banjir, Jembatan Penghubung Desa di Kabupaten Tulungagung Ambles
Namun semua itu berubah total. Kala Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) berinisiatif untuk mengubah sudut pandang terhadap kali itu. Warga kompak bergotong -royong untuk membersihkan kali itu dari adanya sampah.
Hingga akhirnya, kali itu-pun menjadi jernih. Tak ada lagi sampah yang terlihat mengalir di kali itu. Potret kali bersih itu pun kemudian dikembangkan oleh masyarakat menjadi destinasi wisata. Warga membudidayakan ikan nila merah di kali itu.
Baca Jugua :Sembilan Desa di Kabupaten Trenggalek Dilanda Banjir, Sebanyak 12.532 Warga Terdampak
“Ini senafas dengan gelaran adipura desa dan adipura RT,” kata Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat melaunching program Trenggalek Kinasih yang merupakan padanan kata Kali Sumber Protein dan Bersih.
Dengan adanya budidaya ikan nila merah itu, Mas Ipin sapaan akrabnya berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai sehingga ikan yang dipelihara dapat tumbuh dengan baik. Sebab, ikan juga bisa menjadi indikator baik tidaknya kondisi sungai tersebut.
Baca Jugua :Dukung Asta Cita, Polres Trenggalek Sulap Lahan Kosong Jadi Produktif
“Ini-kan sumber airnya termasuk untuk irigasi pertanian. Jadi nanti pasti karena adanya kotoran ikan-ikan, pasti nutrisinya beda untuk pertanian atau airnya pasti baik untuk tanaman,” imbuhnya.
Selain untuk sumber protein, Kali Sumbergedong itu kini juga menjadi destinasi wisata. Warga memanfaatkan lahan di sepanjang sungai untuk budidaya sayuran.
Selain untuk mempercantik tatanan, juga bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pangan warga. Warga juga akan memasang lampu-lampu hias yang bahan bakunya dari sampah recycle.
Baca Jugua :Satwa Kebonrojo Bakal Dipindah ke Eco Park Joko Pangon, Ini Kata Kepala DLH Kota Blitar
“Tempat ini juga menjadi sarana rekreasi dan edukasi bagi warga yang harapannya UMKM sekitar bisa tumbuh karena ada kunjungan warga luar,” ujarnya.
Mas Ipin berharap, adanya gebrakan itu dapat memantik langkah serupa daerah lainnya menyesuaikan dengan kultur dan potensi daerah masing-masing. Langkah itu sejalan dengan ihtiar pemerintah untuk meningkatkan sektor pariwisata tanpa mengabaikan kelestarian alamnya.
Baca Jugua :Longsor Selebar 50 Meter Isolir 9 Rumah Warga, BPBD Trenggalek: Sudah Bisa Diakses
“Lingkungannya jadi bersih, sehat dan membawa keberkahan bagi masyarakatnya,” pungkasnya.



















