Blitar, SEJAHTERA.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar bakal menetapkan Bupati dan Wakil Bupati Blitar terpilih hasil coblosan 27 November 2024 lalu Minggu depan.
Baca Juga :Polres Kediri Siagakan 356 Personel dan Dirikan 5 Pos Pam untuk Operasi Lilin Semeru 2024
Kepastian itu setelah KPU Kabupaten Blitar memastikan tak ada gugatan yang masuk ke Mahkamah Konstitusi atau MK terkait sengketa pilkada.
Ketua KPU Kabupaten Blitar Sugino mengakui pasca-menerima informasi tak ada gugatan, pihaknya segera koordinasi dengan KPU Provinsi Jawa Timur. Koordinasi ini berkaitan dengan tanggal penetapan bupati dan wakil bupati terpilih.
Namun, diprediksi penetapan digelar rentang antara Senin (23/12) atau bisa jadi paling lambat Selasa (24/12/2024).
Baca Juga :Dok,, Upah Minimum Kabupaten Blitar Rp 2.413.974, Disnaker segera Sosialisasi
“Sesuai jadwal memang penetapan dilakukan setelah tak ada gugatan sengketa. Ini kami koordinasi dengan KPU Provinsi Jawa Timur, termasuk para pemangku di Kabupaten Blitar,” ujar Sugino, Minggu (22/12/2024).
Dia mengatakan saat ini KPU Kabupaten Blitar dan KPU Provinsi Jawa Timur Tengah membahas mekanisme penetapan bupati dan wakil bupati terpilih. Ini penting karena nantinya pada prosesi penetapan juga melibatkan instansi terkait.
Mulai bawaslu, DPRD Kabupaten Blitar, partai pengusung dan lain sebagainya. “Mudah-mudahan lancar tanpa kendala. Karena ini adalah akhir dari tahapan, setelah agenda rekapitulasi,” katanya.
Baca Juga :Kriuk Peyek dan Nasi Pecel Pincuk Kembang Turi, Sarapan Pagi yang Bikin Nagih di Jagalan Jombang
Dia menambahkan, pada rekapitulasi pasangan Rijanto-Beky Herdihansah dengan perolehan 504.655 suara. Sementara rivalnya, pasangan Rini Syarifah-Abdul Ghoni, hanya mampu mengumpulkan 137.706 suara.
Selisih lebih dari 366 ribu sulit terkejar. “Dengan penetapan bupati dan wakil bupati terpilih nanti, berarti pesta demokrasi di Kabupaten Blitar telah usai. Saatnya membangun Kabupaten Blitar agar lebih makmur,” kata aktivis PMII ini.
Sebelumnya, ketua tim pemenangan Rini Syarifah-Abdul Ghoni, Mohammad Rifai juga tak akan membawa hasil coblosan ke MK. Pihaknya sudah menerima hasil coblosan. Timnya sudah berusaha maksimal untuk menjadikan calonnya pemenang. Hanya saja, suara tetap ada di rakyat.



















