Blitar, SEJAHTERA.CO – Mahalnya tabung elpiji atau LPG 3 kilogram membuat AM (37) gelap mata. Warga Desa Bendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar itu membobol rumah makan ayam goreng.
Baca Juga :Mantan Debt Collector dan Oknum Wartawan Online Tipu Nasabah Leasing, Gondol Uang Rp36,5 juta
Tak tanggung-tanggung, barang yang diembat sebanyak 14 tabung gas LPG 3 kilogram. Korbannya adalah Mohammad Ali Fahmi (35), warga Jalan Aryo Blitar, Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.
Korban adalah pemilik usaha rumah makan ayam goreng Ali Chicken di Dusun Cerme, Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.
“Barang bukti yang berhasil disita 1 tabung elpiji, obeng hingga sepeda motor yang digunakan untuk mengangkut barang curian. Tersangka ditahan di Polres Blitar Kota,” kata Kapolres Blitar AKBP Titus Yudho Uly, Jumat (17/1/2025).
Baca Juga :Kejari Ponorogo Panggil Saksi Baru Atas Kasus Penyalahgunaan Dana BOS di SMK PGRI 2 Ponorogo
Amblasnya belasan elpiji subsidi itu diketahui ketika karyawan korban sekitar pukul 05.00 masuk ke rumah makan. Saat itu kaget mendapati pengait pintu gudang patah dan ada pintu bekas congkelan.
Lebih terkejut lagi mendapati belasan elpiji di dapur ternyata amblas tak tersisa. Akhirnya karyawan melapor ke pemilik atau korban. Selanjutnya korban mengadu ke kantor polisi.
“Sempat dicari dan ditanya ke orang yang bersih-bersih halaman, tetapi tak mengetahui sama sekali,” katanya.
Korban pun melaporkan kasus ke kantor polisi. Polisi pun menyelidiki rekaman kamera pengawas dan didapati ternyata pelaku nekat membobol pintu pada malam hari.
Baca Juga :Tantangan Patrick Kluivert Jelang Kontra Australia, Suporter Timnas Indonesia Minta Bukti…!
Dari rekaman itu lah diketahui ciri-ciri pelaku. Nah, pada Minggu (12/1/2025), sejumlah warga Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar mengamankan warga yang hendak mencuri tabung gas. Akhirnya dibawa ke kantor polisi.
“Ternyata dari hasil penyelidikan, warga yang ditangkap ini adalah pelaku yang mencuri tabung elpiji di rumah makan di Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon. Dari situlah kedoknya terbongkar,” katanya.
Di hadapan polisi, tersangka mengakui telah membobol warung. Nekat membobol karena terdesak kebutuhan sehari-hari. Sebelum beraksi, blusukan atau survei ke sejumlah lokasi yang bakal diincar.
Baca Juga :Pj Walikota Batu Bagikan Susu Sehat Nandhi Murni Gratis ke Siswa
Sasarannya adalah warung atau rumah makan yang ketika malam hari ditinggal alias tidak ditunggui.
“Setelah merusak pintu dan masuk, elpiji saya masukkan ke obrok sepeda motor,” kata AM yang juga pengangguran ini. Elpiji hasil curiannya dijual di media sosial dengan harga murah, sekitar Rp100 ribuan.



















