Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pengelolaan pasar di Kabupaten Ponorogo tahun ini dipastikan turun dari tahun lalu. Gara-garanya, hasil retribusi di 28 pasar di Bumi Reyog masih jauh dari target.
Tak tanggung tanggung, penurunan target PAD tahun ini sebesar Rp 1 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2024 targetnya dipatok Rp 7 miliar, tahun ini Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakum) Ponorogo hanya dibebani target Rp 6 miliar.
Kabid Pasar Disperdakum Ponorogo, Okta Hariyadi, membenarkan adanya penurunan target tersebut. Menurutnya, realisasi PAD tahun lalu hanya mencapai Rp 5,6 miliar, jauh dari target Rp 7 miliar yang ditetapkan.
Baca Juga :Batas Terakhir Pembayaran Bipih Tahap Pertama, Puluhan CJH Kabupaten Ponorogo Masih Menunggak
“Memang tahun lalu ada peningkatan target yang cukup signifikan, sehingga tidak tercapai,” ungkap Okta, Minggu (16/3/2025).
Meski demikian, ia optimistis target tahun ini dapat terlampaui, meskipun target tahun ini masih ada selisih Rp 400 juta dari realisasi tahun sebelumnya. Pun, pihaknya memastikan tidak ada kenaikan tarif retribusi bagi para pedagang.
“Retribusi pasar sendiri tetap mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) 11/2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi. Besaran tarifnya berkisar Rp 1.000 hingga Rp 1.500 per meter, tergantung jenis dan ukuran lapak yang ditempati pedagang,” ujarnya.
Untuk menutupi hal tersebut, dirinya mengakui perlu menggali potensi pendapatan yang ada. Seperti halnya, memanfaatkan area parkir Pasar Legi untuk kegiatan jualan malam hari serta menertibkan potensi kebocoran retribusi.
Baca Juga :Penderita Gagal Ginjal di Blitar Meningkat, Dinkes Imbau Jaga Pola Hidup Sehat
“Pasar Legi masih menjadi penyumbang terbesar yakni 35 persen, lalu disusul pasar Tonatan dan Pasar Kauman Sumoroto,” papar Okta.
Selain itu, Disperdakum mulai menggencarkan berbagai program promosi dan event di Pasar Legi. Harapannya, pasar tradisional tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk berbelanja.
“Kami terus berupaya agar pasar tradisional tetap hidup, salah satunya dengan mengadakan event dan promosi secara berkala,” pungkas Okta.



















