Polisi Ungkap Kasus Sabu-sabu di Blitar yang Dikendalikan PMI dari Taiwan

Polisi Ungkap Kasus Sabu-sabu di Blitar yang Dikendalikan PMI dari Taiwan
Dua di antara tersangka yang ditunjukkan usai tertangkap kasus narkoba. (aziz/sejahtera.co)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Polres Blitar mengungkap kasus narkoba yang dikendalikan pengedar yang yang juga pekerja migran Indonesia (PMI) berada di Taiwan. Tiga tersangka yang ikut terlibat diamankan beserta barang bukti.

Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman, pengungkapan kasus narkoba itu berkat laporan dari masyarakat. Bahwasanya ada transaksi narkoba jenis sabu-sabu atau SS.

“Berbekal informasi itu, kami pun menelusuri. Hingga akhirnya tiga tersangka kami amankan. Diketahui ternyata peredaran narkoba ini dikendalikan pekerja migran Indonesia atau PMI di Taiwan. Inisial F, dalam waktu dekat kami akan tangkap,” ujarnya, Kamis (20/3/2025).

Read More

Baca Juga :Emoh Belikan Arak, ABG di Blitar Dikeroyok Tiga Rekan di Dalam Rumah

Dia mengatakan, tiga tersangka yang sudah diamankan yakni DS alias Slowok (23) warga Desa Sidomulyo, Kecamatan, Bakung, Kabupaten Blitar.

Ada juga ATS alias Sebul (28) warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Ada pula AJH (230 warga Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar.

“Untuk F yang masih berada di Taiwan ini kami juga sudah koordinasi dengan pihak terkait. Nantinya, kalau sudah pulang langsung kami tangkap. Karena diduga sebagai pengendali,” urainya.

Dari tangan para tersangka yang diamankan, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya narkoba jenis sabu-sabu seberat 21,9 gram, tas coklat putih, 1 unit timbangan digital, 1 set bong, sedotan, 2 lembar catatan dan lain sebagainya.

Baca Juga :Bentuk Penghormatan kepada Anggota Polres Way Kanan yang Gugur, Polres Ponorogo Gelar Salat Gaib

Barang bukti yang disita diamankan dari rumah salah satu tersangka. Pasca mengungkap kasus, polisi terus mengembangkan. Itu untuk mengetahui dari mana titik mula barang haram disebut.

“Nanti kami akan telusuri pula transaksinya. Karena ini sudah menjadi pengedar narkoba,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *