Tak Keluar Rumah 5 Hari, Nenek Ponorogo Tewas Kontrakan

Tak Keluar Rumah 5 Hari, Nenek Ponorogo Tewas Kontrakan
Jasad korban saat dievakuasi oleh petugas untuk dibawa ke RSUD Dr Harjono Ponorogo.(foto: sejahtera.co)

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Warga Jalan Jawa, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo digegerkan dengan bau menyengat di salah satu rumah kontrakan setempat.

Baca Juga :Kurang dari 24 Jam, Kasus Pencurian Ponsel di Warung Pakis Terungkap

Saat dilakukan pengecekan diketahui penghuni rumah kos tersebut bernama Tebe Pangaribuan telah tewas membusuk. Nenek 72 tahun tersebut diduga tewas akibat penyakit jantung yang dideritanya kambuh.

Read More

Kanit Reskrim Polsek Ponorogo, Ipda Ibnu Harjito mengatakan, dari identifikasi yang dilakukan oleh tim inafis korban sudah meninggal dunia sekitar 5 hari yang lalu. Ini dari kondisi jenazah yang sudah membusuk dan mengeluarkan cairan berbau tidak sedap.

“Diperkirakan korban sudah meninggal sekitar empat sampai lima hari yang lalu,” ungkap Ipda Ibnu Harjita, Senin (16/6/2025).

Dirinya menambahkan, kejadian ini pertama kali diketahui oleh warga setempat dan pemilik rumah kontrakan yang mencium bau busuk di sekitar tersebut sejak beberapa hari terakhir. Selain itu warga curiga korban yang tidak pernah terlihat sejak 5 hari terakhir.

“Kemudian warga memberitahu RT dan pihak kelurahan serta meneruskan ke Polsekta Ponorogo. Kita langsung melakukan identifikasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),” imbuhnya.

Dari keterangan sejumlah warga, korban hidup sebatang kara, keluarganya bekerja di Jakarta. Kejadian ini telah ditangani oleh Tim Inafis Polres Ponorogo. Petugas juga menemukan sejumlah obat-obatan di samping jenazah korban.

“Diperkirakan korban meninggal karena penyakit. Tadi ditemukan Barang Bukti (BB) sejumlah obat di dalam rumah tersebut,” tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan identitas korban memiliki alat KTP di jalan Taruna Baru, Desa Pulo Gadung, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Namun, yang bersangkutan lahir di Sumatra Utara sehari hari korban bekerja di pasar Legi Ponorogo sebagai pedagang.

“Jenazah sudah dibawa ke kamar mayat RSUD dr Harjono Ponorogo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini ditangani oleh Tim Inafis Polres Ponorogo,” pungkas Ibnu.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *