Nganjuk, SEJAHTERA.CO – Memasuki Minggu akhir di bulan Muharram atau bulan Suro, komunitas Sahabat Dulur Nganjuk atau SDN menggelar acara santunan anak yatim.
Acara santunan anak yatim ini digelar SDN di rumah Triana Andriyani atau akrab disapa Bunda Yani, Kelurahan Guyangan Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, Minggu (20/7/2025).
Sebelum acara santunan anak yatim dimulai, sesepuh komunitas SDN Mbah Munir asal Kertosono menyampaikan tausiyah, dan membeberkan asala muasal santunan anak yatim ini.
“Santunan ini terinspirasi dari peristiwa Karbala, yaitu pembantaian cucu Nabi Muhammad oleh pasukan militer yang dikirim oleh Ubaidullah bin Ziyad, gubernur Irak pada saat itu,” jelas Mbah Munir.
Baca Juga :Polisi Gagalkan Peredaran 506 Botol Arak Bali, Diduga Akan Diedarkan Lintas Provinsi
Karena peristiwa yang terjadi di Karbala yang sekarang terletak di Irak ini, 81 orang keturunan Nabi Muhammad, termasuk Hasan dan Husein ikut dibunuh.
“Bulan Muharram atau bulan Suro adalah bulan belasungkawa, banyak anak yatim piatu. Akhirnya bulan Suro dijadikan bulan santunan, tak terkecuali komunitas SDN,” tutur Mbah Munir.
Sementara itu, Yanti Kusantri Ketua SDN mengatakan, ada 8 anak yatim-piatu di Kelurahan Guyangan yang disantuni. Selain berupa uang, juga diberi ayat suci Al-Qur’an.
“Ini adalah agenda rutin SDN. Dan acara santunan anak yatim-piatu ini kami lakukan tiga bulan sekali, dan ini pas di bulan Suro,” ujarnya.
Sedangkan tujuan diselenggarakannya acara santunan anak yatim-piatu ini semata-mata memohon ridho Allah SWT agar menjadi hamba yang selalu mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
“Semoga anggota komunitas SDN selalu mendapat berkah rejeki, dan dimudahkan segala urusan, serta diberikan kesehatan, aamiin yaa robbal ‘alamiin,” tutur Yanti.



















