JOMBANG, SEJAHTERA.CO – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 yang dilaksanakan oleh Kodim 0814/Jombang berdampak positif bagi pelaku jasa penyeberangan Sungai Brantas.
Salah satunya dirasakan oleh Tikno (50), pemilik perahu penyeberangan Sungai Brantas yang mengaku sejak dimulainya kegiatan TMMD, pendapatannya meningkat dua kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.
“Alhamdulillah, sebelumnya paling banyak Rp150 ribu per hari, sekarang bisa dapat sekitar Rp200 ribu lebih. Soalnya banyak tentara yang setiap hari naik perahu untuk menyeberangi Sungai Brantas,” ungkap Tikno, Senin (4/8/2025).
Tikno juga menyebut bahwa berkah ini menjadi penyemangat tambahan baginya. “Selama ini kadang sepi. Tapi sekarang jadi ramai dan alhamdulillah membawa rezeki,” tandasnya.
BACA JUGA : Sembilan Pemain Asing Persik Kediri Adaptasi Makanan Khas Indonesia Jelang Liga 1 2025
Penyeberangan ini menjadi jalur penting yang menghubungkan warga dan personel Satgas TMMD menuju lokasi sasaran kegiatan, terutama bagi anggota TNI yang berasal dari luar Kecamatan Kudu dan Ngusikan.
Menurut Koptu Dwi, anggota Koramil 02/Diwek yang tergabung dalam Satgas TMMD, penyeberangan sungai menjadi opsi tercepat menuju lokasi.
“Untuk mempersingkat waktu perjalanan ke lokasi kegiatan, banyak personel memilih naik perahu pagi dan sore hari,” katanya, dalam keterangan tertulis, Selasa (5/8/2025).
BACA JUGA : Empat Tahun, Pemkot Blitar Bangun Tujuh Perlintasan Kereta Api Berpalang Pintu
TMMD ke-125 tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti jalan dan jembatan, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga sekitar. Kehadiran Satgas dan mobilitas mereka memberi efek domino terhadap sektor jasa, termasuk transportasi lokal.



















