Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Sebanyak 129 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tulungagung menghentikan operasional sementara selama masa libur sekolah. Dampaknya, ribuan relawan tenaga kerja yang selama ini bertugas di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dirumahkan dan tidak menerima gaji selama masa penghentian kegiatan.
Baca juga:Pembangunan Sekolah Rakyat Tulungagung Dikebut, Siap Tampung 1.000 Siswa pada 2027
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung, Sebrina Mahardika, mengatakan penghentian operasional dapur SPPG mulai diberlakukan sejak Senin (22/6/2026). Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Kepala BGN Nomor 12 Tahun 2026 yang mengatur penghentian sementara layanan MBG selama masa libur sekolah.
“Sesuai SK Kepala BGN, operasional dapur SPPG berhenti selama libur sekolah. Penghentian operasional sementara SPPG di Tulungagung dilakukan selama tiga minggu,” kata Sebrina, Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan, selama masa penghentian operasional tersebut seluruh aktivitas produksi dan distribusi makanan bergizi dihentikan hingga dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027. Kondisi itu membuat para relawan tenaga kerja di setiap dapur SPPG tidak memiliki aktivitas kerja dan sementara harus dirumahkan.
Berdasarkan data BGN, saat ini terdapat 129 dapur SPPG yang melayani program MBG di wilayah Tulungagung. Setiap dapur rata-rata mempekerjakan sekitar 48 relawan tenaga kerja yang bertugas membantu proses produksi hingga distribusi makanan.
Dengan jumlah tersebut, total relawan tenaga kerja yang terdampak penghentian operasional sementara mencapai 6.192 orang.
“Relawan tenaga kerja di dapur SPPG yang dirumahkan selama penutupan dapur SPPG itu mencapai lebih dari 6 ribu orang,” ungkapnya.
Selain harus berhenti bekerja sementara, para relawan juga tidak menerima gaji selama dapur SPPG tidak beroperasi. Sebrina menegaskan kondisi tersebut terjadi karena selama masa penghentian tidak ada aktivitas layanan yang dijalankan.
Menurutnya, penghentian operasional hanya bersifat sementara dan akan berakhir setelah masa libur sekolah selesai. Seluruh dapur SPPG dijadwalkan kembali beroperasi pada 13 Juli 2026 seiring dimulainya tahun ajaran baru.
“SPPG akan aktif lagi ketika libur sekolah sudah selesai atau pada tanggal 13 Juli 2026,” pungkasnya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program nasional yang menyasar peserta didik di berbagai jenjang pendidikan. Di Tulungagung, keberadaan dapur SPPG menjadi tulang punggung pelaksanaan program tersebut dengan melibatkan ribuan relawan tenaga kerja dalam operasional sehari-hari.



















