Capai Rp52 Ribu per Kilogram, Harga Tembakau di Lamongan Merangkak Naik di Puncak Panen

Petani daun Tembakau Kabupaten Lamongan.
Petani daun Tembakau Kabupaten Lamongan.(foto: istimewa)

LAMONGAN, SEJAHTERA.CO – Musim panen tembakau di Kabupaten Lamongan telah memasuki masa puncaknya pada pertengahan September 2026. Kendati para petani harus dihadapkan pada tantangan cuaca panas ekstrem dan keterbatasan pasokan air, harga jual tembakau di tingkat petani mencatatkan tren positif.

Baca juga:Operasi Tumpas Narkoba 2026: Polres Lamongan Gulung 11 Kasus, 15 Tersangka dan 32 Gram Sabu Diamankan

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan, harga daun tengah tembakau varietas Jawa saat ini menembus angka Rp47.000 hingga Rp52.000 per kilogram. Sementara untuk varietas Virginia, harga berada di kisaran Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Read More

Kepala DKPP Kabupaten Lamongan, Mugito, menyampaikan bahwa penguatan harga komoditas ini menjadi angin segar bagi para petani di kawasan sentra.

“Harga tembakau saat ini cukup bagus. Daun tengah varietas Jawa berada di kisaran Rp47 ribu hingga Rp52 ribu, sedangkan varietas Virginia mencapai Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilo. Ini peluang baik, meskipun tingkat kemasakan daun tetap memengaruhi fluktuasi harga,” kata Mugito saat ditemui di kantornya, Rabu (16/9/2026).

Mugito memaparkan, luas tanam tembakau di Kabupaten Lamongan tahun ini mencapai 9.213 hektare. Kawasan perkebunan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan kawasan selatan, meliputi Mantup, Sambeng, Ngimbang, Modo, Bluluk, Sugio, Kedungpring, hingga Sukorame.

Meski hasil panen tergolong manis, faktor cuaca ekstrem tak dimungkiri berimbas pada fisik tanaman. Ketersediaan air pas-pasan membuat sebagian tanaman di beberapa titik tumbuh kurang optimal atau kerdil.

“Idealnya fase pertumbuhan tembakau membutuhkan pasokan air yang memadai. Kondisi cuaca terik tahun ini menjadi evaluasi kami dalam memberikan pendampingan teknis di lapangan,” imbuhnya.

Baca juga:Tumbangkan Persis Solo 2-0 di Stadion Surajaya, Persela Lamongan Buka Musim dengan Manis

Guna menjaga produktivitas, DKPP Kabupaten Lamongan telah menyalurkan beragam bantuan sarana dan prasarana produksi pertanian. Bantuan tersebut mencakup benih bersertifikat, hand sprayer elektrik, traktor tangan, mesin perajang, hingga pembangunan sumur tanah dangkal di titik-titik rawan kekeringan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *