Blitar, SEJAHTERA.CO -Polres Blitar Kota turun menggelar inspeksi mendadak atau sidak di beberapa pasar tradisional. Itu dilakukan guna memastikan ketersediaan beras dalam status aman tanpa ada penimbunan.
Menurut Kasat Reskrim Polres Blitar Kota AKP Hendro Utaryo, sejak ada kenaikan harga beras, pihaknya gencar turun ke lapangan. Bukan hanya sidak ke pasar, tetapi juga ke sejumlah agen.
“Utamanya pasar yang menjadi jujugan pembeli. Pasar Pon, Pasar Legi hingga Pasar Templek. Selain itu agen beras juga kami cek,” katanya, Rabu (13/3).
Dia mengatakan sidak ke pasar dan agen itu juga sudah sesuai dengan instruksi markas besar Polri. Polisi di daerah melalui satgas pamgan diminta untuk aktif sidak.
Tak hanya itu juga memantau jalannya operasi pasar di sejumlah kecamatan. “Operasi pasar selalu dijubeli pembeli. Makanya kami mengawasi agar tidak ada oknum yang mengambil keuntungan dan merugikan masyarakat,” katanya.
Dia menambahkan sidak ketersediaan stok beras di pasar tradisional dilakukan sejak 27 Februari lalu. Agenda itu bakal terus digelar. Hasil pantauannya, tidak ada pedagang, agen dan masyarakat yang sengaja melakukan penimbunan beras.
Selain itu, ketersediaan beras di pasar tradisional dan gudang Bulog juga dipastikan aman. Utamanya mencukupi selama Ramadan. “Dari hasil pengamatan, tingginya harga beras saat ini dampak dari El Nino yang mengakibatkan produktifitas petani padi turun,” pungkasnya.
Saat ini harga beras stabilisasi pangan dan harga pangan atau SPHP di tingkat agen dijual dengan harga Rp 54.500 per 5 kilogram atau Rp 10.900 per kilogram. Sedang harga beras di pasaran saat ini sudah lebih Rp 60.000 per kemasan 5 kilogram.
Reporter : Abdul Aziz Wahyudi
Editor : Gimo Hadiwibowo



















