Calo Rekrutmen ASN KemenkumHAM Diungkap Polda Jatim, Empat Ditetapkan Tersangka, Kerugian Rp 7,4 Miliar

Calo Rekrutmen ASN KemenkumHAM Diungkap Polda Jatim, Empat Ditetapkan Tersangka, Kerugian Rp 7,4 Miliar

Surabaya, SEJAHTERA.CO – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, mengungkap tidak pidana penipu dan penggelapan terkait rekrutmen ASN.

Pelaku tindak pidana penipu dan penggelapan dilakukan oleh sejumlah tersangka calo rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN).

Tindak pidana penipu dan penggelapan ini bermula dari seleksi pendaftaran ASN, di Kementerian Hukum dan Ham (KemenkumHAM).

Read More

Menindaklanjuti laporan Polisi LPB 183/XII tahun 2023 SPK Polda Jawa Timur, tanggal 20 Maret 2023, dengan laporan atas nama korban Ridwan.

Kemudian kepolisian melakukan penyelidikan terhadap sejumlah orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, di antaranya YH, FS, M dan N  yang telah berhasil membujuk 62 korbannya.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Jatim, AKBP Piter Yanottama, menjelaskan secara detail kronologi kejadian calo ASN dengan tiga gelombang peristiwa yang terjadi.

AKBP Piter Yanottama menjelaskan kasus ini saat konferensi pers yang dilakukan di Gedung Humas Polda Jatim, Jumat (19/1/2024).

Dikatakannya, gelombang pertama yaitu, sebanyak 20 orang korban itu melakukan seleksi untuk menjadi ASN di KemenkumHAM namun hasil seleksinya gagal.

Lalu muncullah sosok tersangka yang berinisial YH, kemudian kebetulan kenal dengan korban.

“Lalu mengiming-imingi korban bahwa yang bersangkutan sanggup untuk bisa melanjutkan atau memunculkan atau meluluskan 20 orang peserta yang gagal, melalui formasi susulan,” jelasnya

AKBP Piter menambahkan, atas bujuk rayunya dari tersangka YH kepada korban, sehingga korban akhirnya tergiur dan mengikuti apa yang diinginkan tersangka YH.

Yaitu dengan cara tersangka YH meminta sejumlah uang agar bisa meloloskan 20 orang itu untuk menjadi ASN di KemenkumHAM.

“Total uang yang diberikan oleh korban kepada tersangka YH sebanyak Rp 1,384 milyar. Namun faktanya setelah uang diterima ternyata tidak juga meluluskan 20 orang yang mendaftar untuk menjadi ASN,” tandasnya.

Aksi berikutnya. Dikarenakan sudah tidak lulus-lulus, tersangka YH mengenalkan tersangka FS dan tersangka N kepada korban.

YH mengatakan kepada korban bahwa tersang FS dan N ini mempunyai akses yang luas dan kuat di Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *