Ada 69 Desa di Trenggalek Terdampak Kekeringan, Berpotensi Masih Terus Meluas

Ada 69 Desa di Trenggalek Terdampak Kekeringan, Berpotensi Masih Terus Meluas
Petugas BPBD Trenggalek saat mendistribusikan air bersih. (angga/sejahtera.co)

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Sebanyak 69 desa dari 14 kecamatan di Kabupaten Trenggalek dilaporkan terdampak kekeringan. Jumlah itu berpotensi bertambah mengingat hingga saat ini belum turun hujan secara merata di Bumi Menak Sopal, sebutan lain Kabupaten Trenggalek.

Baca Juga :Pastikan Ibadah Umroh Mulai Desember, Dua Menteri Hadir dalam Peresmian Bandara International Dhoho Kediri

“Memang sempat hujan, tapi belum bisa menanggulangi dampak bencana kekeringan,” kata Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Admono, Jumat (18/10/2024).

Read More

Berkaca dari kondisi itu, potensi kekeringan di Kabupaten Trenggalek masih berpotensi meluas. Sebab sumber air terus mengering hingga membuat warga mengalami kesulitan mendapatkan air.

Baca Juga :Dua Pegawai Dispertan Tulungagung Kedapatan Foto Bersama Calon Bupati, Begini Sikap Tegas Kadis Pertanian

Dari pendataan tim di lapangan, jumlah wilayah terdampak kekeringan itu terus meluas dari waktu ke waktu.

“Jumlah wilayah terdampak kekeringan masih berpotensi bertambah,” imbuhnya.

Merujuk data terbaru pada 16 Oktober, sebanyak 69 desa di 14 Kecamatan mengalami kekeringan. Akibatnya, sebanyak 36.122 jiwa dari 15.050 kepala keluarga mengalami krisis air bersih.

Petugas terus mendistribusikan air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan air warga.

Baca Juga :Tambak Udang Seluas 9,5 Hektare di Trenggalek Disegel Satpol PP, ini Alasannya

“Kita telah distribusikan 1.344 kali tangki air bersih, 219 terpal, 236 tandon, 49 tandon lipat dan 820 jeriken,” ujarnya.

Ditinjau dari wilayah terdampak, Kecamatan Panggul terparah dengan jumlah 15 desa terdampak dari 17 desa di sana. Sementara untuk wilayah paling sedikit terdampak kekeringan ada di Kecamatan Kampak dan Munjungan dengan jumlah masing-masing satu desa.

Baca Juga :Kasus Dugaan Penipuan dengan Korban Mantan PMI, Polres Blitar: Oknum Polisi hanya Sekadar Mengenalkan

“Untuk titik dan lokasinya pun berubah-ubah. Tahun lalu ada yang kekeringan, kemudian tahun ini tidak. Begitu juga sebaliknya,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *