Aksesori Museum PETA Mulai Dipasang, Tampilkan Relief Penangkapan Sudhanco Muradi

Aksesori Museum PETA Mulai Dipasang, Tampilkan Relief Penangkapan Sudhanco Muradi
Relief yang tergambar di bawah monumen tentara PETA. (Aziz/sejahtera.co)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Aksesori museum pemberontakan tentara Pembela Tanah Air atau PETA terus ditambah. Usai peralatan tempur mulai tank hingga pesawat, kali ini berupa relief.

Baca Juga :Dua Wisatawan Terseret Ombak, Keamanan Wisata Pantai Selatan Ditingkatkan

Relief atau gambar yang menempel di dinding itu baru saja selesai dibangun. Nantinya juga bakal ditambah relief-relief lain.

Read More

“Relief yang sudah terpasang ini nantinya akan bersambung. Artinya akan menggambarkan perjalanan kemerdekaan Indonesia,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar, Edi Wasono, Rabu (13/11/2024).

Baca Juga :Campurkan Pil Dobel L dengan Sambal Kecap, Dua Pengunjung Lapas Tulungagung Diamankan

Dia mengatakan, pembangunan relief itu baru saja kelar Minggu (10/11/2024) lalu. Peresmiannya bertepatan dengan Hari Pahlawan pada 10 November. Peresmiannya dilakukan Wali Kota Blitar Santoso bersama para tokoh veteran di Kota Blitar dan sekitarnya.

“Relief sejarah pahlawan PETA merupakan hal yang penting dan bertujuan mengenlakan ke generasi muda perjuangan para pahlawan,” tambahnya.

Baca Juga :Banner Paslon Mundjidah – Sumrambah Dirusak, Begini Respon Tim Pemenangan

Dia menjelaskan, relief yang dipasang pada tahap pertama ini sarat dengan cerita heroik. Utamanya ketika menggambarkan para pejuang PETA kala itu. Ada pula menggambarlan bagaimana sekumpulan tentara Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang hingga penangkapan Shudancho Muradi.

Muradi adalah tentara PETA yang dididik oleh Jepang. Tetapi dalam perjalannya memberontak ke Jepang ersama Sudhanco Supriyadi. Tetapi akhirnya tertangkap Jepang.

Baca Juga :Polisi Sahabat Anak, Polsek Kandat Kenalkan Tugas Polisi Sejak Dini

Nantinya, pemasangan relief dilanjutkan dengan pembuatan patung diorama yang akan diletakkan di ruangan kosong museum. Patung diorama ini akan menceritakan tentang perjalanan hidup Supriyadi.

Termasuk ketika ditangkap tentara penjajah hingga akhirnya tak diketahui keberadaannya hingga kini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *