Kediri, SEJAHTERA.CO – Ratusan massa dari Aliansi Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri menggelar aksi di depan Gedung Rektorat, Rabu (26/2/2025).
Massa membentangkan poster, spanduk, orasi, hingga melakukan pembakaran ban bekas sebagai wujud aksi protes kebijakan kampus yang dinilai merugikan mahasiswa.
Sejumlah tuntutan yang disampaikan mahasiswa beragam, mulai transparansi kebijakan efisiensi anggaran, hingga kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen.
“Kami ada lima tuntutan kepada pihak rektorat,” kata Ahmad Yusuf Muzaki, koordinator lapangan Aliansi Mahasiswa IAIN Kediri.
Ahmad Yusuf menyampaikan, tuntutan aksi ini yang pertama adanya kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang mengakibatkan fasilitas kampus tidak berjalan seperti sarana lift gedung pembelajaran. Efisiensi tersebut dinilai membawa daampak kepada pemangkasan anggaran mahasiswa.
“Kami tidak menolak efisiensi, tapi kita meminta transparansi,” ucapnya .
Kedua, Ahmad menyebut mekanisme program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dan Program Indonesia Pintar (PIP) dituntut untuk dievaluasi.
Ketiga meminta kejelasan soal transisi IAIN menuju UIN yang mencakup progresnya sampai mana apakah ada kendala ataupun bisa terlaksana tahun ini atau tidak, keempat terkait program kuliah di IAIN Kediri, dan terkahir meminta adanya sanksi tegas terhadap dosen yang melakukan pelecehan seksual.
“Tadi disampaikan sudah ada (sanksi pelecehan), tetapi karena minimnya komunikasi kampus sehingga kami mencari SK-nya cukup sulit hari ini bicara sosialisasi diperketat lagi,” bebernya.
Baca Juga :Megengan Grebeg Apem di Jombang, Sibuk Rebutan, HP Melayang
Meski begitu, lanjut dia, tahun 2021 lali memang ada oknum dosen yang sampai diturunkan dari jabatannya terkait kasus yang sama hingga dua tahun tidak boleh membimbing.
Akan tetapi, Yusuf menilai masih kurang jera dan efeknya banyak hingga hari ini sehingga meminta agar sosialisasinya diperluas lagi.
“Diharapkan teman-teman nanti bisa melaporkan. Kami ingin ke depannya kampus IAIN Kediri ini bebas predator,” ungkap Ahmad Yusuf.
Sementara itu, Wakil Rektor 3 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri Dimyathi Huda mengaku, berjanji akan memenuhi seluruh tuntutan para mahasiswa. Terkait efisiensi, pihaknya membenarkan adanya sejumlah fasilitas kampus tidak berjalan serta pemangkasan anggaran mahasiswa sebesar 30 persen.
Baca Juga :Mahasiswa IAIN Kediri Gelar Aksi di Depan Rektor, ini Tuntunannya
“Itu juga perjalanan dinas dosen, seminar, dan sebagainya,” tuturnya.
Terkait pelecehan seksual melibatkan oknum dosen di lingkungan kampus, dia berkomitmen untuk menindak oknum dosen yang melakukan pelecehan seksual.



















