Anggaran Grebeg Suro Terbatas, Bupati Ponorogo Minta Tetap Pertahankan Kualitas Penyelenggaraan

Anggaran Grebeg Suro Terbatas, Bupati Ponorogo Minta Tetap Pertahankan Kualitas Penyelenggaraan
Salah satu kegiatan Grebeg Suro yakni Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP).

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Gelaran event tahunan Grebeg Suro di Kabupaten Ponorogo siap digelar. Kegiatan yang masuk kalender even nasional (KEN) tersebut dijadwalkan pada bulan Juni ini.

Meski di tengah keterbatasan anggaran, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko tetap menginginkan kualitas gelaran Grebeg Suro tahun ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

Sebab, tahun ini Pemkab Ponorogo menyiapkan anggaran Rp350 juta dari APBD untuk event Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP).

Read More

Baca Juga :Harga Sembako Pasca-Idul Adha di Kabupaten Kediri Fluktuatif

“Anggarannya memang kami slot sedikit, bukan karena pelit tapi kami mencoba meng-appresial harga kegagahan Grebeg Suro, termasuk desainnya, ayo dikapitalisasi menjadi modal untuk menyelenggarakan Grebeg Suro,” ungkap Sugiri Sancoko.

Bupati dua periode tersebut juga mengatakan anggaran tahun ini turun dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp450 juta.

Kang Giri- sapaan akrabnya menyatakan, meski anggarannya tak sebanyak tahun lalu, kualitas pertunjukan seni itu tak boleh dikurangi.

“Maka kepala dinas harus mampu memanajerial sejauh itu, mampu menjual, dan mampu mengelaborasi menjadi gagah, murah, tidak menggunakan APBD, dan kualitasnya tidak boleh dikurangi, harus lebih dahsyat dan lebih baik,” tegasnya seusai memimpin rapat pleno Grebeg Suro 2025.

Baca Juga :Hadapi Kemarau Lebih Pendek, Dispertabun Kabupaten Kediri Sarankan Optimalkan Pompa Air dan Jaringan Irigasi

Kang Giri juga meminta seluruh stakeholder segera mematangkan hajat tahunan Bumi Ponorogo tersebut. Sebab, sesuai timeline upacara, upacara pembukaan Grebeg Suro, Festival Reog Remaja XXI dan FRNP XXX berlangsung pada 17 Juni 2025 mendatang.

“Grebeg Suro tahun ini harus lebih dahsyat, panggung harus lebih baik, sajian harus lebih hebat, maka ada partner kami Penjaga Bumi dari Bandung yang menjadi event organizer (EO-nya). Kita tidak hanya sekadar transaksi jual beli, tapi bagaimana saling simbiosis mutualisme,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi mengungkapkan, total kebutuhan untuk event Grebeg Suro tahun ini sekitar Rp5,7 Miliar.

Dari jumlah itu, khusus untuk venue, termasuk panggung dan properti kebutuhannya sekitar Rp4,7 Miliar.

Baca Juga :Nunggu Pembeli di Warung Kopi, Pria Asal Kalitengah Lamongan Diciduk Polisi

“Semua event selama Grebeg Suro ini total kebutuhannya ya sekitar Rp5,7 Miliar. Untuk harga tiket masuk (HTM) saat event festival tidak berubah, ini akan kita kerjasamakan dengan EO, apabila ada beberapa treatment dari mereka ya tentunya itu akan menjadi variasi,” ucapnya.

Seperti diketahui rangkaian Grebeg Suro 2025 di Ponorogo sudah berlangsung sejak 4-29 Juni 2025. Agenda pertama yakni Semaan Al Qur’an Rabu Pahing di halaman Pendopo Agung pada 4 Juni lalu.

Sedangkan kegiatan akan ditutup dengan Grebeg Suro Adventure Trail di lapangan Kecamatan Jambon pada 29 Juni 2025 mendatang.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *