Angin Kencang Terjang Banjaragung Jombang, Tujuh Rumah Warga Rusak Ringan

BPBD Jombang saat memantau lokasi tujuh rumah yang terdampak angin kencang di Dusun Banjaragung, Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Rabu (15/7/2026) kemarin.
BPBD Jombang saat memantau lokasi tujuh rumah yang terdampak angin kencang di Dusun Banjaragung, Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Rabu (15/7/2026) kemarin. (foto: istimewa)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Cuaca ekstrem berupa angin kencang kembali melanda wilayah Kabupaten Jombang. Peristiwa yang terjadi di Dusun Banjaragung, Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 12.30 WIB itu menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.

Baca juga:Edukasi Narkoba lewat Lagu, Polsek Peterongan Jombang Bekali 100 Siswa Baru SMPN 1 Peterongan

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Filipe Diaz Quintas, mengatakan tim Unit Operasi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat.

Read More

“Kaji cepat dilaksanakan pukul 17.00 WIB bersama perangkat desa dan warga setempat untuk memastikan kondisi di lapangan serta dampak yang ditimbulkan akibat angin kencang,” ujar Wiku saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).

Berdasarkan hasil pendataan BPBD, terdapat tujuh rumah warga yang mengalami kerusakan ringan akibat terjangan angin. Kerusakan yang terjadi umumnya berada pada bagian bangunan yang tidak memengaruhi struktur utama rumah.

Dari hasil asesmen di lapangan, seluruh rumah yang terdampak masih dinyatakan layak huni dan aman untuk ditempati oleh pemiliknya.

Selain itu, warga bersama perangkat desa setempat telah melakukan perbaikan secara mandiri terhadap bagian rumah yang mengalami kerusakan. Karena itu, tidak diperlukan penanganan lanjutan dari pemerintah daerah.

Baca juga:Miris, SDN Mojongapit 3 Jombang Hanya Terima Satu Siswa Baru Tahun Ajaran 2026/2027

“Kerusakan yang terjadi tergolong ringan dan tidak memengaruhi struktur utama bangunan. Seluruh rumah masih layak ditempati,” jelasnya.

BPBD Jombang juga memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut.

Meski kondisi telah berangsur normal, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, terutama pada masa peralihan musim atau pancaroba.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, terutama saat memasuki musim pancaroba,” pungkas Wiku.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *