Angka Kebakaran di Ponorogo Turun 50 Persen, ini Penyebabnya

Angka Kebakaran di Ponorogo Turun 50 Persen, ini Penyebabnya
Peristiwa kebakaran yang terjadi di toko bangunan di Jalan Juanda beberapa waktu lalu. (istimewa)

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Seiring datangnya musim penghujan, jumlah angka kebakaran di Kabupaten Ponorogo mengalami penurunan. Dari data Satpol PP dan Damkar Kabupaten Ponorogo penurunan angka kebakaran mencapai 50 persen.

Baca Juga :Sambut Hari Wayang Sedunia Pepadi Kabupaten Kediri Gelar Wayang Kulit Empat Dalang

Bambang Supeno Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Ponorogo mengatakan, di bulan Oktober ada 12 kejadian kebakaran. Hal tersebut menurun sebelumnya Selama September 2024 yang angkanya mencapai 21 laporan kebakaran.

Read More

“Memang jumlah angka kebakaran yang masuk itu mengalami penurunan dari bulan September lalu,” ungkap Bambang, kepada wartawan, Selasa (5/11/2024).

Baca Juga :Mendes PDT Yandri Susanto Lepas Ekspor Kendang Djembe di Blitar Senilai Rp 17 Miliar

Bambang menyebut jika kebakaran yang paling menonjol yakni peristiwa yang menimpa sebuah ruko di Jalan Kalimantan dan toko bangunan yang berada di Jalan Juanda. Kerugian material mencapai setengah miliar.

“Faktor kebakaran karena human eror, kerugian mencapai setengah miliar,” imbuhnya.

Lanjut Bambang, tren kebakaran sebenarnya menurun jika dibanding bulan-bulan sebelumnya. Dibanding Agustus juga menurun, dimana ada 25 peristiwa kebakaran.

Baca Juga :Pj Gubernur Jatim Ingatkan Kewaspadaan Hadapi Kebencanaan

Adapun total insiden kebakaran terhitung Januari – Oktober mencapai 93 kejadian. Data tersebut menurun dibanding periode yang sama 2023 lalu sebanyak 133 laporan kebakaran.

“Mayoritas disebabkan hubungan pendek arus listrik, sementara karhutla (kebakaran hutan dan lahan) biasanya karena pembersihan sampah,” ujar Bambang.

Bambang mengungkapkan amuk si jago merah tak mengenal musim. Kendati memasuki penghujan, Bambang meminta warga untuk mawas diri terhadap potensi kebakaran dan selalu waspada.

Baca Juga :Dear Masyarakat Ponorogo, Per 1 November Mengurus SIM Baru dan Perpanjangan Wajib Punya BPJS Kesehatan

“Kebakaran bisa terjadi kapan saja, maka masyarakat harus waspada terhadap berbagai potensi kebakaran,” tandas Bambang.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *