Blitar, SEJAHTERA.CO – Gencarnya sosialisasi partisipasi pemilih yang digelar KPU Kota Blitar berakhir manis. Angka partisipasi pemilih untuk mengaspirasikan pilihannya pada coblosan 27 November 2024 kemarin tembus 80,17 persen.
Baca Juga :Layani Penumpang saat Libur Nataru, KAI Tambah Rangkaian KA Brantas
Angka partisipasi itu jelas meningkat dibanding dengan Pilkada pada 2020 lalu. Komisi yang mengurusi masalah coblosan itu pada pemilihan kepala daerah atau Pilkada tahun 2020 lalu partisipasi masyarakat mendatangi tempat pemungutan suara atau TPS masih di angka 78,9 persen.
“Iya, diakui atau tidak memang meningkat dibanding dengan pilkada pada 2020 lalu. Tentu ini juga berkat kerja keras semua pihak,” kata Ketua KPU Kota Blitar, Rangga Bisma Aditya, Rabu (4/12/2024).
Baca Juga :Edarkan Pil Dobel L, Karyawan Pabrik Asal Gurah Dibui
Dia mengatakan sama seperti pada 2020 lalu, pelaksanaan pilkada diikuti dua calon. Pada 2020 lalu, calon wali Kota Blitar adalah Henry Pradipta Anwar yang tandem dengan Yasin Hermanto.
Sementara rivalnya Santoso yang gandeng dengan Tjutjuk Sunario. Sementara pada 2024 kali ini juga ada dua. Yakni Bambang Rianto tandem dengan Bayu Setyo Kuncoro. Sementara rivalnya Syauqul Muhibbin-Elim Tyu Samba.
Baca Juga :Ruang Kelas Sekolah Dasar di Trenggalek Rusak Tertimpa Longsor, Pembelajaran Berlangsung di Masjid
“Mudah-mudahan ini berlanjut bahkan kalau bisa meningkat lagi. Dengan tingginya partisipasi Masyarakat, menjadi bukti bahwasanya warga sudah mengerti tentang pentingnya mencoblos calon pemimpin,’” katanya.
Dia menambahkan lagi, angka partisipasi pemilih juga meningkat pada pemilih disabilitas. Pada tahun ini angka partisipasi masyarakat atau pemilih disabilitas mencapai 54,07 persen. Sementara pada Pilkada 2020 lalu mencapai 47 persen.



















