Batu, SEJAHTERA.CO – Momen pergantian tahun 2024-2025, nampaknya sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, jumlah wisatawan yang menuju ke Kota Batu untuk menikmati libur pergantian tahun terpantau tidak sebanyak tahun sebelumnya.
Hal ini, dibuktikan dengan kondisi arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Kota Batu yang terpantau landai. Seperti yang terjadi di jalur utama menuju Kota Batu, tepatnya di Jl. Ir. Soekarno hingga Jl. Dewi Sartika yang nampak lengang pada Senin (30/12/2024).
Sementara itu, berdasarkan data dari pantauan Polres se Malang Raya dan Jasa Marga, jumlah kendaraan yang keluar dari Pintu Tol Singosari tidak lebih dari 2.000 kendaraan. Bahkan pada Senin (30/12/2024), pukul 11.00-12.00 WIB, tercatat hanya 1.187 kendaraan yang keluar dari pintu Tol Singosari.
Baca Juga :Terjadi 753 Kasus Kriminal – Laka Lantas dalam Setahun
Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, hal ini disebabkan karena libur Nataru yang lebih panjang. Sehingga, pengunjung lebih dominan menentukan hari untuk berwisata ke Kota Batu.
“Volume kendaraan memang menunjukkan tren penurunan. Sebetulnya tidak hari ini saja, melainkan sebelumnya juga menunjukkan tren yang sama sekitar 2.000 kendaraan per hari. Ya ini tentu karena momen libur yang panjang, sehingga wisatawan itu ada yang baru datang, ada juga yang sudah stay jauh-jauh hari,” tuturnya.
Baca Juga :Layanan Lost and Found PT KAI, Solusi Barang Tertinggal Penumpang Kereta Api
Meski demikian, lanjut AKP Kevin, peningkatan arus lalu lintas diprediksi akan terjadi H-1 menjelang malam pergantian tahun. Wisatawan akan mulai memadati spot-spot wisata dan tempat menikmati malam pergantian tahun.
“Prediksi besok akan meningkat dibanding hari ini terkait arus lalu lintas,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, Satlantas Polres Batu juga sudah menyiapkan sejumlah rekayasa lalin. Selain jalur alternatif, pihaknya juga akan memberlakukan sistem one way jika nantinya terjadi peningkatan yang signifikan.
“Maka akan ada pengaturan-pengaturan, mulai dari pengaturan rekayasa lalu lintas khususnya di Kota Batu, ada ruas-ruas yang dialihkan tertentu Simpang Tiga Pendem sampai dengan Pertigaan Among Tani ini juga akan kita lakukan dua metode untuk rekayasa,” ungkap dia.
Rekayasa pertama dilakukan jika arus lalu lintas mulai mengalami kenaikan darı kendaraan – kendaraan menuju Kota Batu. Pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran Polres Malang Kabupaten, untuk menyampaikan informasi volume kendaraan di jalur-jalur rawan kemacetan mulai darı keluar GT Singosari, hingga masuk Kota Batu.
Baca Juga :Jelang Malam Tahun Baru, Polres Nganjuk Fokus Pengamanan Ketat di Wilayah Rawan Kejahatan
“Menggunakan sistem pasang surut sistem, kalau arusnya masih cukup maka dua naik ke atas, satu turun ke bawah,” katanya.
Tapi jika arus lalin terus mengalami peningkatan, hingga kecepatan kendaraan tak lebih darı 5 kilometer per jam, maka skema one way diberlakukan darı Jalan Raya Pendem atau Jalan Ir. Soekarno, hingga masuk di Kecamatan Batu Kota, tepatnya di Simpang Tiga Jalan Dewi Sartika.
Baca Juga :Terjadi 90 Bencana dalam Setahun, BPBD Kota Blitar: Mayoritas Pohon Tumbang
“Artinya dari pertigaan Simpang Tiga Pendem sampai Among Tani (Simpang Tiga Dewi Sartika) kalau orang berjalan dengan kendaraan sudah lebih dari satu jam, karena kecepatan 5 km per jam, maka kita akan betul-betul memperlakukan one way system,” tutupnya.



















