Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Aparatur Sipil Negara atau ASN di lingkup Pemkab Trenggalek menggelar deklarasi netralitas dalam Pilkada 2024. Deklarasi itu berlangsung di Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek.
“Sudah seharusnya sesuai amanah undang-undang seluruh ASN bersifat netral dan tidak memihak dalam pelaksanan Pilkada,” kata Sekda Trenggalek, Edy Soepriyanto, Jumat (13/9/2024).
Sesuai amanah Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN mengatur bahwa setiap ASN dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik.
ASN pun diamanatkan untuk tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun.
Baca Juga :Polisi Edukasi dan Sosialisasi Cegah Perundungan ke Siswa SDN 01 Deyeng Ringinrejo Kediri
“Apalagi pemerintah pusat telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Netralitas Pegawai ASN Penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah,” imbuhnya.
Merujuk itu, ia menyebut ada empat poin netralitas yang diikrarkan secara bersama sama. Pertama adalah menjaga dan menegakkan prinsip netralitas ASN dalam melaksanakan fungsi pelayanan publik sebelum, selama maupun sesudah pelaksanaan pilkada.
Baca Juga :Petugas Gabungan Lakukan Ramp Check Kendaraan Bus di Terminal Surodakan Trenggalek
Kemudian menghindari konflik kepentingan, tidak melakukan praktik-praktik intimidasi kepada ASN dan masyarakat serta tidak memihak pada satu calon tertentu.
Menggunakan media sosial secara bijak, tidak menyebarkan ujaran kebencian dan berita bohong serta menolak politik uang dan segala jenis pemberian dalam bentuk apapun.
“Dengan adanya deklarasi netralitas ASN ini diharapkan tidak ada upaya atau praktik praktik ASN tidak netral yang dapat menciderai jalannya pesta demokrasi,” pungkasnya.
Baca Juga :Kebakaran Kandang di Blitar, 17 Ribu Ayam Terpanggang, Rugi Rp 1,1 Miliar
Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin meminta kepada ASN untuk menjunjung tinggi komitmennya dengan menjaga netralitas sehingga tidak mengotori nilai demokrasi.
Mas Ipin sapaan akrabnya meminta kepada ASN untuk fokus pada peningkatan layanan publik.
“Tadi saya katakan banyune wis bening nggak usah melok-melok. Malah nambahi butek (airnya sudah jernih, tidak usah ikut-ikut, malah menjadi keruh,red),” kata Mas Ipin.
Baca Juga :Hari Terakhir, Formasi CPNS di lingkup Pemkab Blitar, Dokter Spesialis Radiologi “Jomblo”
Pernyataan ini mengisyaratkan agar jajarannya tidak usah ikut cawe cawe atau ikut serta terlibat dalam perkara pilkada.
Mereka diharapkan fokus untuk mengemban dan melaksanakan tugas negara yaitu melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.
Baca Juga : Jarang Ngantor, Warga Gelar Aksi Desak Kades Banjardowo Jombang Mundur
“Jadi teman-teman harus memastikan, bahwa pilkada kali ini harus pilkada yang aman. Demokratis bagi masyarakat dan seluruh ASN kita harapkan bisa menyelesaikan tugas-tugasnya untuk mencapai tujuan bernegara. Kemudian tanpa harus mengotori demokrasi,” pungkasnya.



















