Blitar, SEJAHTERA.CO – Kota Blitar berhasil mempertahankan predikat KLA atau Kota Layak Anak. Penghargaan bergengsi kali kedua itu menjadi pemacu untuk menyabet prestasi bergengsi, yakni KLA tingkat utama.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar, Parminto.
Dia mengakui Kota Blitar baru saja menyabet penghargaan sebagai KLA tingkat nindya. Penghargaan diterima Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Jakarta pada Jumat (8/8/2025).
“Karena sudah dua kali tingkat nindya, kami mentargetkan tahun depan menyabet tangkat utama dalam kategori KLA,” kata Parminto, Senin (11/8/2025).
Dia menjelaskan untuk mempertahankan KLA tingkat nindya tak mudah. Setidaknya harus lolos atau mencapai enam indicator penilaian.
Baca Juga :Datangkan Striker Asing Asal Spanyol, Jose Enrique Siap Bantu Persik Kediri
Di antaranya adanya keterwakilan anak dalam perencanaan pembangunan desa atau kelurahan, adanya pengorganisasian anak, atensi tentang hak-hak anak, perlindungan anak dan lain sebagainya.
Dan di Kota Blitar banyak program tentang anak-anak. Termasuk di antaranya gencarnya perlindungan anak dari upaya perundungan atau bullying dan lain sebagainya.
Di Kota Blitar juga ada musyawarah rencana pembangunan atau musrenbang tematik anak.
“Ini sebagai Upaya pemenuhan anak. Bagaimanapun anak juga memiliki rencana atau pemikiran yang nantinya diselaraskan dengan program pemerintah,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin bangga dengan prestasi yang ditorehkan Kota Blitar.
Dengan prestasi itu setidaknya menjadi bukti Kota Blitar memang peduli dengan keberadaan anak-anak.
“Dan sesuai dengan program kami, akan terus memperjuangkan hak-hak anak,” katanya.
Baca Juga :Gerebek Judi Dadu di Ngluyu, Enam Pelaku Digelandang ke Polres Nganjuk
Program-program itu di antaranya bidang Kesehatan, pendidikan, layanan kependudukan, kebudayaan dan lain sebagainya.
Dia mencontohkan seperti program pendidikan gratis bagi anak di Kota Blitar setidaknya juga menjadi bukti bahwasanya atensi soal hak anak.
Anak harus diperhatikan pendidikannya demi masa depan. “Kami akan terus untuk menjadikan Kota Blitar aman dan ramah untuk anak,” katanya.



















