BMKG: Hujan di Kediri Saat Musim Kemarau Dipicu Gelombang Rossby, Kondisi Masih Normal

Gambaran kondisi perubahan cuaca di Kabupaten Kediri di bulan ini saat kemarau timbul hujan.
Gambaran kondisi perubahan cuaca di Kabupaten Kediri di bulan ini saat kemarau timbul hujan.(gambar: istimewa)

KEDIRI, SEJAHTERA.CO – Hujan ringan hingga sedang yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Kediri di tengah musim kemarau mengejutkan warga. Fenomena tersebut terjadi sekitar tiga hari lalu di Kecamatan Pare, Kepung, Puncu, dan Kandangan pada pukul 14.30–16.00 WIB.

Baca juga:Dinsos Kota Kediri Salurkan BLT DBHCHT Lansia kepada 533 Penerima, Berikut ini Syaratnya

Sebelumnya, sejak pagi langit di sejumlah wilayah, seperti Ngancar, Wates, dan Plosoklaten, tampak mendung sebelum hujan turun pada sore hari.

Read More

Ketua Tim Kerja Publik BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri, Satria Krida Nugraha, menjelaskan hujan tersebut dipicu oleh gelombang ekuator Rossby yang sedang melintas di wilayah Indonesia.

Menurutnya, fenomena tersebut memengaruhi kondisi atmosfer sehingga memicu pembentukan awan hujan meski wilayah Kediri masih berada dalam musim kemarau.

“Kondisi seperti ini merupakan hal yang normal. Adanya hujan pada musim kemarau dipengaruhi fenomena gelombang ekuator Rossby,” ujar Satria.

Ia menjelaskan, keberadaan gelombang Rossby turut menurunkan kecepatan angin dari kondisi normal serta meningkatkan potensi hujan lokal, terutama pada sore hingga malam hari.

BMKG memperkirakan kondisi tersebut hanya bersifat sementara. Memasuki akhir Juli hingga awal Agustus, cuaca di Kediri diperkirakan kembali normal sebagaimana karakteristik musim kemarau, yakni didominasi cuaca cerah hingga berawan dengan peluang hujan yang lebih rendah.

“Cuaca akan kembali normal seperti musim kemarau pada umumnya,” jelasnya.

Satria juga menyampaikan prakiraan curah hujan bulanan untuk periode Agustus 2026 hingga Januari 2027. Pada Agustus hingga Oktober, curah hujan diperkirakan masih berada pada kategori rendah, yakni 0–20 milimeter per bulan.

Memasuki November, curah hujan mulai meningkat meski belum merata, dengan sebagian besar wilayah masih berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni sekitar 50–100 milimeter per bulan.

Baca juga:Pucuk Pimpinan Polres Kediri Berganti dari AKBP Bramastyo Aji ke AKBP Dr. Mohamad Wahyudin

Selain itu, BMKG memprediksi fenomena El Nino yang terjadi tahun ini berpotensi menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih panjang sehingga awal musim hujan diperkirakan mengalami kemunduran.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *